Lelang Jabatan Kepsek, Jokowi: Biar Nggak Ada Koncoisme Lagi

Hari ke-405 Jokowi

Lelang Jabatan Kepsek, Jokowi: Biar Nggak Ada Koncoisme Lagi

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Minggu, 24 Nov 2013 13:33 WIB
Lelang Jabatan Kepsek, Jokowi: Biar Nggak Ada Koncoisme Lagi
Jakarta - Proses awal lelang jabatan kepala sekolah akan dimulai pada Senin (25/11/2013) besok. Gubernur DKI Joko Widodo sengaja membuat seleksi ini agar semua serba transparan dan tak ada lagi faktor subjektivitas.

"Semua promosi terbuka ini biar transparan, biar terbuka, hasilnya bisa dilihat. Kualitas-kualitas sekolah juga kita harapkan meningkat bukan karena kedekatan, bukan karena suka atau tidak suka, bukan karena like or dislike, bukan karena koncoisme, bukan karena kepentingan yang lain," kata Gubernur DKI di mesjid DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2013).

Ia mengatakan, transparansi ini akan membuat masyarakat mengetahui kualitas seorang kepala sekolah dengan jelas. Dengan begitu, masyarakat dapat menerima penempatan seorang calon kepala sekolah nantinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau tanpa sebuah seleksi dan promosi terbuka, siapa tahu dia siapa, dia siapa, dia siapa, dia siapa? Kenapa ditaruh di situ, di situ, di situ?" terangnya.

Pembukaan proses seleksi jabatan kepala sekolah ini akan dilakukan melalui media massa pada hari Senin (24/11). Selanjutnya pendaftaran akan dilakukan secara online di website http://jakgov.jakarta.go.id sejak 26 November hingga 2 Desember 2013.

Setelah dinyatakan lolos seleksi online, peserta lelang akan mengikuti sejumlah tes mulai tanggal 7 hingga 31 Desember.

Setelah lolos seleksi pendaftaran secara online, pada (7-8/12/2013), peserta akan mengikuti seleksi bidang atau akademik. Kemudian pada 13-31 Desember 2013, peserta yang telah lolos dua seleksi sebelumnya akan menjalankan tes psikologi.

Setidaknya 117 jabatan kepala SMA Negeri dan 63 kepala SMA akan dilelang. Semua kepala sekolah yang saat ini diwajibkan untuk ikut seleksi. Selain itu, yang boleh mengikuti calon kepala sekolah yang sudah memiliki sertifikat dan telah mengikuti Diklat, serta guru yang memenuhi persyaratan.

Lalu apakah kepala sekolah baru nanti akan lebih baik dari yang ada saat ini?

"Iyalah. Kan melalui seleksi," jawabnya tegas.

(mnb/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads