Penyelidikan kepolisian menyebutkan, pada sore hari sebelum kejadian, 16 orang warga menggunakan perahu motor pergi memancing. Sekitar pukul 20.00 WITA, mereka pulang. Saat berada di perairan Sungai Kelambu, Tanjung Dewa, kapal mengalami mati mesin.
"Dari penyelidikan Polres Kukar, saat mati mesin karena situasi gelap, mendadak muncul kapal ponton tidak bermuatan. Kapal itu ditabrak ponton, terbalik dan tenggelam," kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Fajar Setiawan, saat dihubungi detikcom, Minggu (24/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai siang ini tim SAR dari Polres Kukar, Polsek Anggana, Polair, TNI AL dan Basarnas masih melakukan pencarian," ujar Fajar.
11 korban selamat, sambung Fajar, telah dimintai keterangannya oleh kepolisian. Kegiatan pencarian korban sejak semalam juga memperhatikan kondisi derasnya arus bawah sungai sehingga menjadi perhatian tim pencari korban.
"Korban hingga siang ini masih dicari. Tercatat sebagian besar korban adalah warga Samarinda yang pergi memancing," tutup Fajar.
Dengan kejadian tersebut, dalam kurun waktu hampir 2 bulan terakhir, insiden di perairan yang berada di wilayah hukum Polres Kukar, Kalimantan Timur, sedikitnya tercatat 3 kali peristiwa yang menelan tidak kurang dari 10 korban meninggal dunia. Kondisi perairan Sungai Mahakam beserta anak sungainya yang berarus deras, tidak jarang menyulitkan upaya pencarian tim SAR gabungan.
(trw/trw)










































