SKK Migas: Sistem Baru Bisa Cegah Mafia Bermain

SKK Migas: Sistem Baru Bisa Cegah Mafia Bermain

Dhani Irawan - detikNews
Sabtu, 23 Nov 2013 12:35 WIB
SKK Migas: Sistem Baru Bisa Cegah Mafia Bermain
Jakarta - SKK Migas mendapat pukulan besar ketika Rudi Rubiandini ditangkap KPK terkait kasus suap. Pihak SKK Migas kemudian memperbaiki sistem yang ada dan mengganti beberapa jabatan internalnya.

"Mengaktifkan whistle blower system, sudah kita canangkan sejak tahun 2010. Tidak hanya internal tetapi juga pihak luar," ujar juru bicara SKK Migas Elan Biantoro dalam diskusi polemik yang digelar Sindo Radio di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2013).

Elan juga mengatakan, selain itu juga terdapat reposisi jabatan internal. Dengan berbagai perubahan itu diharapkan dapat mencegah adanya praktik penyimpangan. Beberapa posisi internal itu kini dihuni Lambok Hutauruk dan Budi Ibrahim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada mafia yang bermain, sudah ada sistem baru. Jadi kalau ada dugaan penyimpangan sudah terbelit dengan yang baru," sambung Elan.

Namun, anggota DPR Komisi VII Satya Widya Yudha mengatakan pengawasan dan tata kelola di SKK Migas juga perlu didukung dengan sumber daya manusia yang terpercaya.

"Mengawasi sektor migas ini perlu dengan sumber daya manusia yang baik.Bagaimana tata kelola diimbangi dengan sumber daya manusianya," kata Setya di tempat yang sama.

Elan kemudian menanggapi pernyataan Setya, di SKK Migas seluruh pegawai berkompeten dan profesional dengan pekerjaan mereka. Elan juga menegaskan dibutuhkan pribadi yang tegas jika bicara nengenai tender.

"Kami punya 700 karyawan, mereka kompeten profesional. Beberapa lulusan luar negeri. Kita tingkatkan dengan pendidikan, tidak masalah mereka ambil. Namun, kalau kita bicara tender agak di luar dari sisi profesionalisme. Tapi di bidang tender memang dibutuhkan ketegasan," kata Elan.

(dha/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads