"Bisa saja Golkar sempal. Mungkin DPD II itu jadi sempalan atau jadi Golkar Perjuangan," kata politisi senior Golkar Zainal Bintang saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/11/2013).
Golkar bisa sempal jika jajaran pengurus pusat bersikukuh mengaplikasikan AD/ART secara kaku. Selama ini, Golkar menolak DPD II sebagai peserta Rapimnas lantaran DPD II bukanlah pihak yang diharuskan diundang ke Rapimnas berdasarkan AD/ART yang sudah disepakati.
"Kalau petinggi-petinggi Partai Golkar yang berkuasa hanya mengandalkan legalitas formal, maka bahaya. DPD II bisa tidak mau lagi bekerja sebagai ujung tombak pemenangan Pemilu 2014 di lapangan," tutur Zainal menganalisa.
Selain kemungkinan Golkar akan sempal dan lahir Golkar Perjuangan, Zainal melihat kemungkinan lain. Bisa saja para kader yang tidak puas loncat ke partai lain yang disebutnya sebagai sempalan Golkar, misalnya NasDem.
"Surya Paloh (NasDem) kan kemarin datang. Bisa dibaca, seolah mengatakan kepada para kader Golkar yang tidak puas, 'Kita punya pesawat lain lho'. Begitu kira-kira," pungkas Zainal.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono mengatakan bahwa partainya sudah mengalami perpecahan semenjak era reformasi. Menurutnya, jika memang akan ada Golkar Perjuangan, hal itu tidak bisa dilarang.
"Saya kira tidak perlu dilarang-larang, tidak ada gunanya melakukan tindakan-tindakan seperti itu. Golkar tetap satu," lanjutnya.
Sebelumnya, di arena Rapimnas V Golkar muncul seorang Ketua Silaturahmi DPD II Golkar, Muntasir Hamid. Muntasir mengaku kecewa pada Ical yang tak melibatkan DPD II.
"Gini ya, jangan sampai ada Golkar Perjuangan," ujar Muntasir.
(dnu/rvk)











































