Dephan Nilai Tawaran Pesawat Libya Sebagai Wacana
Senin, 22 Nov 2004 19:50 WIB
Jakarta - Departemen Pertahanan (Dephan) menilai tawaran Libya yang ingin menjual sejumlah pesawat tempur F-16 kepada Indonesia masih sebatas wacana. Karena itu, Dephan belum bisa menanggapi. Demikian diungkapkan Dirjen Sarana Pertahanan Dephan Mayjen (Pur) Aqlani Maza kepada wartawan saat mendampingi Menhan Juwono Sudarsono dalam konpers di Dephan, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (22/11/2004). Pernyataan Aqlani itu menjawab pertanyaan wartawan seputar perkembangan penawaran Seif Al Islam Muammar Kaddafi, putra pemimpin Libya Muammar Kaddafi saat berada di Indonesia beberapa waktu lalu. "Soal berita penawaran pesawat tempur dari Libya itu baru sekadar wacana. Artinya penawaran itu belum secara spesifik disampaikan kepada Dephan. Karena itu, Dephan belum bisa menanggapi," ujarnya. Menurut Aqlani, pembelian alat utama sistem persenjataan TNI tidak hanya ditinjau dari segi harga. Namun, juga dari segi teknis dan taktis apakah memang sarana itu mamadai untuk digunakan militer serta apakah sesuai dengan sistem persenjataan yang dimiliki Indonesia. "Apabila terlalu banyak perbedaan dalam sistem persenjataan tersebut akan menyulitkan dalam maintenance maupun logistik. Saya sendiri belum tahu secara spesifik tawaran itu dari pemerintah Libya," katanya.
(rif/)











































