Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Adex Yudiswan mengungkapkan, tersangka yang mengaku bernama Andi mengelabui suami korban, Indra Gunawan (45), untuk memberikan uang sebesar Rp 500 juta.
"Seolah-olah korban diculik. Faktanya korban tidak diculik oleh tersangka, karena tersangka Andi ini juga ada di LP," kata Adex kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/11/2013).
Adex mengungkapkan, Linda dan India sendiri berhasil ditemukan petugas di sebuah hotel di kawasan Bogor, Jawa Barat pada tanggal 13 November 2013, keesokannya setelah Indra melapor ke polisi atau tepatnya tanggal 12 November 2013.
"Saat ditemukan ibu ini juga kaget bahwa dia dikatakan diculik. Padahal dia ke situ atas perintah tersangka Andi," ucap Adex.
Usut punya usut, Linda rupanya sudah 'mengenal' dengan tersangka yang semula dikira menculiknya. Perkenalan Andi dan Linda ini dimulai sejak 8 bulan lalu, berawal dari SMS salah sambung yang dikirim tersangka kepada Linda.
"Ibu ini dan tersangka tidak pernah bertemu. Mereka hanya komunikasi via telepon saja," kata Adex.
Adex menjelaskan, awalnya Linda mendapatkan pesan singkat dari tersangka yang mengaku salah sambung. Adex mensinyalir, tersangka mendapatkan nomor telepon Linda secara acak. Dalam komunikasi via SMS, tersangka meminta maaf karena salah kirim SMS.
"Kemudian tersangka berkenalan dengan korban, tanya-tanya latarbelakang korban, hingga akhirnya komunikasi mereka intens," ucapnya.
Kepada Linda, tersangka mengaku bernama Andi, seorang anggota polisi yang punya tampang ganteng. Untuk meyakinkan Linda, tersangka mengirimkan sebuah foto seorang anggota polisi bernama Andi.
"Tetapi sebenarnya orangnya bukan polisi yang ada di foto yang dikirim kepada korban. Tersangka sendiri setelah kita lacak, tenyata berada di dalam LP," ungkap Adex.
Selama perkenalan itu, tersangka menanyakan jatidiri Linda. Linda kemudian menceritakan bahwa ia adalah seorang istri dari seorang pengusaha properti dan juga ibu satu orang anak yang tengah punya masalah rumah tangga dengan suaminya.
"Kondisi ini dimanfaatkan tersangka untuk membujuk rayu korban agar menaruh hati kepada tersangka," imbuhnya.
Karena seringnya berkomunikasi dengan tersangka, Linda pun akhirnya jatuh hati kepada tersangka. Apalagi, setelah tersangka menyatakan cintanya kepada Linda dan berniat untuk menikahinya.
Untuk menguji besarnya cinta Linda, tersangka mengirimkan pulsa sebesar Rp 500 ribu ke nomor telepon korban.
"Tersangka kirim pulsa Rp 500 ribu ke korban untuk menguji korban saja. Setelah lama, kemudian tersangka meminta korban untuk mengirimkan uang sebesar Rp 11 juta, dengan alasan kurang modal untuk bisnis," jelasnya.
Karena terlanjur cinta, Linda kemudian mengirimkan uang ke rekening tersangka yang ternyata data di rekening adalah fiktif. Karena cintanya itu pula, Linda kemudian bersedia meninggalkan suaminya demi tersangka.
"Tersangka menyuruh korban pergi dari rumahnya, membawa anaknya, dengan alasan mau menikahi korban," kata Adex.
Di sinilah, kasus 'penculikan' itu bermula. Pada tanggal 11 November 2013, Linda pamit ke suaminya, Indra untuk menjemput anaknya di Puri Bintara Regency Blok D No 2 Bekasi Barat. Namun, hingga keesokannya, tanggal 12 November, Linda dan anaknya tidak pulang ke rumah.
Indra malah mendapatkan SMS dari seseorang yang mengaku bernama Andi, yang mengatakan bahwa istri dan anaknya dia culik. Tersangka, dalam SMS tersebut meminta tebusan sebesar Rp 500 juta dan mengancam akan meledakkan istri dan anaknya itu bila tidak memenuhi permintaannya. Mendapatkan SMS tersebut, Indra kemudian lapor ke polisi.
Pada hari itu pula, polisi akhirnya mengamankan 3 wanita yang menjadi suruhan tersangka, setelah dipancing untuk mengambil uang tebusan. Ketiga wanita ini mengaku tidak tahu menahu soal penculikan Linda.
"Mereka mengaku hanya disuruh Andi untuk mengambil uang tebusan dan mereka juga tidak pernah bertemu dengan korban Linda dan juga anaknya," tuturnya.
Dari keterangan tiga wanita ini, akhirnya polisi menemukan posisi tersangka yang ternyata berada di balik LP. Saat ini, polisi masih menyelidiki siapa sebenarnya nama tersangka ini. Polisi kesulitan mendalami tersangka, karena pihak LP sudah melakukan pemusnahan handphone yang ditemukan pada para napi.
"Kami duga, tersangka ini jaringan penipuan bia telepon," tutur Adex.
Sementara polisi berhasil menemukan Linda dan anaknya, India di sebuah hotel di kawasan Bogor, Jawa Barat dalam keadaan selamat.
(/)











































