Marria Corjudylyn (33) bersama 3 orang anak serta bayinya berhasil dievakuasi dari kota Marabut, Samar, Filipina. Bersama ratusan orang lainnya, Marria dievakuasi ke Cebu.
Ditemui di camp sementara pengungsi di bandara militer Cebu, Marria bercerita kisahnya ketika topan haiyan melanda Filipina. Saat itu putri bungsunya bernama Elcorj Riezha baru berusia 1 minggu.
Keluarga ini berhasil selamat karena saat topan haiyan datang, mereka menetap dan bersembunyi di dalam rumah neneknya. Selama sepekan lebih, Marria bertahan bersama bayinya dalam rumah dengan sedikit sisa makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika topan berlalu, Marria berhasil bertemu kembali dengan keluarganya kecilnya di pusat evakuasi. Hasil pemeriksaan dokter, Marria dan bayinya dalam kondisi sehat.
Marria berencana tinggal di rumah bibinya di kota Bais, Negros Oriental. Sedangkan sang suami bertahan di Marabut untuk mengamankan barang-barang yang tersisa dari amukan badai.
Hingga saat ini ribuan korban selamat telah dievakuasi menggunakan pesawat dari beberapa wilayah yang terkena dampak paling parah dari amukan topan haiyan di antaranya provinsi Leyte, Marabut Samar, Guiyan serta Tacloban.
(hab/fdn)











































