Bak petir di siang bolong, DPD II Golkar yang tak diundang di Rapimnas bersuara keras soal isu 'Golkar Perjuangan'. Rumor soal pergerakan di internal Golkar ini sebenarnya sudah lama terdengar. Ibarat kentut, isu hangat ini hanya tercium tanpa terpetakan dengan jelas.
Ketua Forum Komunikasi DPD II Golkar se-Indonesia Muntasir Hamid sudah berulang kali menyuarakan kemungkinan adanya 'Golkar Perjuangan'. Meminjam istilah nama dari PDI Perjuangan, kata 'perjuangan' menggambarkan perlawanan terhadap partai asal yang dianggap melenceng dari prinsip pendirian partai.
"Gini aja ya, jangan sampai ada Partai Golkar perjuangan," kata Ketua DPD Kota Banda Aceh, Muntasir Hamid, kepada wartawan di arena Rapimnas Golkar, Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muntasir menyuarakan bisa ada 'Golkar Perjuangan' jika kehadiran DPD II tak dihormati. Padahal Muntasir menegaskan DPP Golkar tak perlu takut DPD II bakal mendongkel pencapresan Ical.
Namun pernyataan itu tanpa dibarengi jaminan dukungan terhadap pencapresan Ical. Karena DPD II Golkar juga menyuarakan pencapresan Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla. Kini di internal DPP Golkar pun bertanya-tanya, siapa otak yang menginisiasi gerakan DPD II Golkar yang mulai mengarah ke upaya memberontak ini.
Bukan rahasia lagi, internal Golkar bergejolak hebat soal pencapresan Ical. Selama ini Ketua Wantim Akbar Tandjung yang paling getol menyuarakan evaluasi terhadap elektabilitas Ical. Yang terakhir, pendiri Golkar Suhardiman dan senior Golkar Zainal Bintang bahkan bersahut-sahutan meminta Ical mundur dari pencapresan. Pencapresan Ical dianggap hanya membebani partai, sekaligus buang uang dan waktu saja. Di luar nama-nama itu, masih ada Jusuf Kalla yang kabarnya masih pengin menuju Istana.
Di tengah isu panas soal 'Golkar Perjuangan', JK memilih tak hadir di Rapimnas Golkar dan lebih mementingkan kegiatan di PMI. Meski JK mungkin tulus mengutamakan PMI, tapi spekulasi di internal Golkar berkembang liar. Tak sedikit yang menyayangkan langkah JK, ada juga yang menilai JK tak mau mendengar pidato Ical yang dinobatkan sebagai capres Golkar hanya oleh kalangan DPD I saja.
Spekulasi politik di internal Golkar pun semakin memanas setelah istilah 'Golkar Perjuangan' berkembang. Lalu apa misi penghembusan isu 'Golkar Perjuangan' itu sebenarnya, menjegal pencapresan Ical, menjatuhkan Ical, ataukah hanya bualan segelintir Ketua DPD II Golkar yang butuh eksistensi dan perhatian lebih dari Ical yang dikenal tajir?
Namun Ical sendiri yakin tak akan ada apa-apa di Rapimnas Golkar. "Evaluasi tentang pencapresan saya dalam Rapimnas itu tidak ada," kata Ical yang tak menggubris desakan agar dirinya mundur dari pencapresan, di sela acara Rapimnas V Golkar di Hotel JS Luwansa, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Jumat (22/11/2013).
(van/nrl)











































