"Hampir semua dana haram maupun halal dalam jumlah besar parkir di luar negeri, tidak hanya di BVI," ungkap Bamsoet melalui pesan singkat, Jumat (22/11/2013).
Wakil Bendum Partai Golkar ini mengaku tidak tahu siapa saja politisi yang menanamkan modalnya di BVI. Namun menurutnya sebagian besar pengusaha banyak yang melakukan hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan TPPU, trik yang dilakukan adalah memarkirkan hasil pekerjaan haramnya tersebut ke luar negeri, salah satunya adalah BVI. Kemudian dana tersebut masuk kembali ke sistem perbankan Indonesia dalam kondisi yang sudah terakuisisi perusahaan asing.
"Dengan demikian dana yang masuk ke sistem perbankan melalui akuisisi atau investasi tersebut telah bersih," sebutnya.
Sementara itu bagi pengusaha yang memilih berinvestasi di BVI adalah karena kebijakan pajak di Indonesia yang tumpang tindih. Tidak hanya berinvestasi, mereka bahkan berdomisili dan membuka perusahaan di BVI.
(van/nrl)










































