Pengamen Waria, Pantang Pergi Sebelum Diberi

Potret Buram Pengamen Jalanan

Pengamen Waria, Pantang Pergi Sebelum Diberi

- detikNews
Jumat, 22 Nov 2013 13:45 WIB
 Pengamen Waria, Pantang Pergi Sebelum Diberi
Pengamen di Jakarta (Foto - detikcom)
Jakarta - Keringat Yulianto alias Yuli (34 tahun) bercucuran. Saking derasnya sampai menghapus sebagian make up di wajahnya. Asap knalpot kendaraan dan debu jalanan memaksa pria yang bertingkah laku wanita (waria) itu kian sering menyeka pipinya.

Kamis sore (21/11) kemarin memang arus kendaraan di Jalan Ahmad Yani Jakarta Timur kian padat, maklum bersamaan dengan orang pulang dari kantor. Lalu lintas dari arah Kelapa Gading menuju Cempaka Putih makin padat.

Menggunakan sebuah botol air mineral yang berisi kacang, Yuli bersiap untuk mangamen. Mengenakan kaus ketat dengan balutan rok mini dan wig atau rambut palsu warna hitam membuatnya terlihat seperti perempuan muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demi lembaran uang receh, alat musik botol mineral itu ditepukan ke telapak tangan kirinya saat mengamen. Ketika lampu merah menyala, satu per satu mobil yang berhenti di dekat lampu merah dia datangi.

Suara yang tidak bagus dan terkesan memaksakan tidak membuat Yuli risih. Bahkan sebelum diberi uang dia enggan meninggalkan mobil yang berhenti. “Permisi ya pak. Numpang nyanyi. Kalau enggak ada rokok, boleh recehan,” katanya sambil cengar cengir.

Yuli mengaku sudah enam bulan mengamen di jalan Ahmad Yani, persisnya di perempatan Coca Cola, Jakarta Timur. Biasanya ia bergantian dengan temannya di perempatan Kelapa Gading dan sepanjang Jalan Cempaka Putih untuk mengamen.

Tapi, karena teman lagi sakit, ia hanya berdua dengan seorang rekan untuk mancari nafkah. Dalam sehari, ia mengaku bisa dapat Rp 100 – Rp 150 ribu. Kalau di perempatan lampu merah Coca Cola atau Kelapa Gading, hasil mengamen Rp 100 ribu dalam sehari sudah biasa.

“Ya, begini bos kerjaan gue. Orang lihat apa, emang gue pikirin. Yang penting cari duit buat makan dan beli rumah, mobil,” kata Yuli.

Disinggung cara mengamen yang agak memaksa, menurutnya itu tidak masalah selama pengendara mobil tidak pernah marah. Ia menganggap masyarakat di jalan bisa menerima kehadirannya.

Kadang supaya pengendara mobil tertawa dan tidak takut, ia sengaja joget-joget dengan ‘alat musik’ getokan botol air mineral di tangannya. “Emang masalah gitu buat lo. Udah ya gue sibuk nih mau konser lagi. Nanti lagi wawancaranya,” ujarnya.




(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads