"Kriteria wapres harus satu orang yang memiliki visi dan misi pembangunan dengan calon presiden, kalau tidak sama bisa menang tetapi dalam menjalankan pemerintahan akan sulit karena beda prinsip dalam pembangunan itu," kata Aburizal Bakrie di Hotel JS Luwansa, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Jumat (22/11/2013).
Menurut Ical, jika dia terpilih sebagai presiden maka tugas pemerintah harus membuat intervensi yang cerdik, dan tidak hanya menyerahkan pada pasar.
"Harus orang Indonesia. Semua sama, kriterianya bukan dari mana tetapi visi membangun Indonesia, itu yang penting untuk mencari cawapres," ujarnya soal kesukuan sebagai latar belakang cawapres.
Saat ditanya soal beberapa nama yang mulai beredar dan disebut sebagai calon cawapresnya, Ical menyatakan belum ada keputusan.
"Saya kira belum ada, tetapi sudah ada pembicaraan-pembicaraa tentang bagaimana Indonesia ke depan," ucapnya.
Menjelang Rapimnas Golkar, DPD-DPD di daerah mulai memunculkan kandidat cawapres Ical. Menurut Sekjen Golkar Idrus Marham, setidaknya ada 9 kandidat cawapres Ical saat ini.
"Ada usulan Pramono Edhie, Soekarwo, Mahfud MD, Khofifah, Moeldoko, ada juga mengusulkan Sultan HB X, Prabowo Subianto, Jokowi, sampai Irman Gusman," kata Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, kepada detikcom, Rabu (20/11/2013).
(van/nrl)











































