Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon 743 Kupang berharap pemerintah membangun titik-titik pasar tradisional di zona steril perbatasan. Hal ini untuk meredam aksi penyelundup dari Timor Leste ke Indonesia ataupun sebaliknya.
"Mereka tidak memiliki pekerjaan, jadi mereka mengandalkan penyelundupan," kata Komandan Satgas Pamtas Mayor Infanteri Budi Prasetyo, di Mako Satgas Pamtas, Atambua, Kamis (21/11/2013).
Terhitung sejak awal penugasan Bulan September 2013, Satgas Pamtas yang dipimpin Budi telah berhasil menggagalkan beberapa upaya penyelundupan. Seperti 9.133 liter BBM yang terdiri dari 3.545 liter bensin, 3.505 liter solar, serta 2.083 liter minyak tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga upaya penyelundupan satu unit Kijang Innova," jelas Budi.
Menurutnya penyelundupan dipicu tingginya harga kebutuhan pokok di Timor Leste. Inilah yang menjadi peluang masyarakat Indonesia di perbatasan untuk melakukan aksi penyelundupan.
"Dengan adanya pasar tradisional nanti diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga dan penyelundupan bisa menurun," katanya.
Bila digambarkan, pasar ini memiliki pola seperti pasar di Keroom, perbatasan Indonesia di Papua dengan Papua New Guinea. Pasar ini berada di zona tapal batas dan beraktivitas pada hari-hari tertentu.
Pasar tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Papua New Guinea yang jauh ke pusat kota.
(ahy/fdn)











































