Jaksa KPK memutar rekaman percakapan hasil sadapan antara Luthfi Hasan Ishaaq dengan seseorang yang disapa Luthfi dengan sapaan doktor. Dalam percakapan telepon pada Januari 2013 lalu, Luthfi membahas British Virgin Island di Karibia.
Luthfi Hasan membenarkan adanya percakapan dengan seseorang yang belakangan bernama Lukas Budi Andrianto. Tapi Luthfi membantah berencana berinvestasi di wilayah yang disebut jaksa KPK dikenal dengan tempat wilayah pencucian uang.
"Saya mendengarkan banyak informasi tentang orang-orang yang melakukan berbagai penyimpanan uang dari politisi, lalu saya berusaha cari tahu. Ada sejumlah nama tempat yang dikenal sebagai orang-orang yang menaruh menyimpan uang mereka," kata Luthfi Hasan Ishaaq diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (22/11/2013) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan ada Mauritius Island, kan ada lagi di Macau dan sebagainnya. Saya hanya ingin mendengarkan, sebab ada beberapa politisi yang rajin kesana," imbuhnya. Lalu siapa politikus yang dimaksud? Luthfi tidak menjelaskan. Majelis hakim atau penuntut umum juga tidak memperdalam keterangan Luthfi terkait ranah politik ini.
Pengacara Luthfi, M Assegaf mengaku tidak pernah diceritakan soal BVI dan politikus yang dimaksud kliennya. "Luthfi tidak pernah cerita. Itu tidak ada dalam dakwaan dan berkas, itu muncul begitu saja," tutur Assegaf dikonfirmasi terpisah.
Baginya konteks percakapan Luthfi dengan seseorang sebagaimana dalam rekaman, tidak jelas. "Jaksa mencoba mengaitkan apa tapi tidak jelas. Tapi yang umum tahu, pulau yang konon orang yang nyimpan duit disana," ujar dia.
(fdn/mad)










































