"Kita tidak ingin memberikan panggung. Yang bersangkutan juga mendapat kecaman dari masyarakat karena twitternya. Jadi kita tak ingin menanggapi apa-apa," jelas juru bicara Kemlu Michael Tene saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (21/11/2013).
Michael menjelaskan Kemlu lebih fokus mengurus diplomasi luar negeri. Apalagi dalam waktu dekat Menlu Marty akan ke Bahrain menghadiri acara-acara negara Asia dan juga kerjasama pemerintahan ASEAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah politisi Senayan mengecam pernyataan Textor. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyebut, pernyataan itu hanya mungkin dilontarkan orang yang mabuk. Sementara Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharlie mengecam sikap nyeleneh ini karena bisa menambah panas hubungan Indonesia-Australia.
Setelah pernyataannya ramai diberitakan, Mark Textor pun menyampaikan permintaan maafnya. "Mohon maaf untuk seluruh teman-teman Indonesia saya -- frustrasi karena pemberitaan media -- Twitter memang bukan tempat untuk berdiplomasi," kicau Textor melalui akun Twitter-nya @markatextor, Kamis (21/11/2013).
(ndr/nrl)











































