Gus Ipul Temui Sultan, Belajar Tangani Daerah Tertinggal
Senin, 22 Nov 2004 17:14 WIB
Yogyakarta - Menteri Negara (Menneg) Percepatan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, Senin (22/11/2004) menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. Gus Ipul, panggilan sang menteri, datang untuk menimba ilmu pengalaman DIY menangani daerah tertinggal."Saya datang ke sini bertemu beliau (Sultan - red) untuk belajar contoh-contoh pengalaman beliau mengembangkan daerah tertinggal. Alhamdulilah saya ke sini dapat banyak masukan," kata Saifullah Yusuf kepada wartawan usai bertemu Sultan di Kepatihan Jl Malioboro Yogyakarta.Menurut dia, program 100 hari kementerian yang dipimpinnya sementara ini masih berupaya mendefinisikan daerah tertingal bersama Bappenas dan kementerian dan departemen lainnya yang terkait dengan kegiatan percepatan pembangunan daerah tertinggal.Dijelaskannya, berbagai masukan dari Sultan di antaranya bagaimana menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan dengan melakukan community development. "Hal seperti itu akan dijadikan salah satu dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan-keputusan dalam kementrian daerah tertinggal," kata keponakan Gus Dur ini.Rencananya, kata Gus Ipul, semua program baru pada bulan Desember akan dijalankan. Sedangkan anggaran dananya bisa diupayakan dengan berbagai dengan departemen lainnya. "Oleh karena pembangunan di daerah sekarang ini adalah tanggung jawab pemda, maka pemerintah provinsi dan pusat hanya supporting," jelas politisi muda ini. Sultan menambahkan, dalam menangani daerah tertinggal yang dilakukan pertama kali adalah upaya memberdayakan masyarakat, pengembangan potensi wilayah dan strategi yang akan dijalankan."Daerah tertinggal itu tidak hanya di luar Jawa saja tetapi di Pulau Jawa pun masih ada wilayah yang banyak orang miskin. Itu yang jadi prioritas untuk dikerjakan," katanya.
(nrl/)











































