Gus Dur: Calon Ketum NU Mustofa Bisri atau Tolhah Hasan
Senin, 22 Nov 2004 17:09 WIB
Bandung - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-31 Nahdlatul Ulama (NU), bursa calon ketua umum tanfidiziyah organisasi ini menjadi perbincangan hangat. Di luar dugaan, PW NU Jabar dikabarkan akan mendukung Ketua Umum PB NU yang sekarang, KH Hasyim Muzadi.Walhasil, Gus Dur sampai menyempatkan diri bertandang ke Jabar berkaitan dengan dukungan PW NU Jabar itu kendati untuk acara resmi, menghadiri haul KH Maksoem.Gus Dur datang ke Bandung hari Senin (22/11/2004). Agenda resminya adalah untuk menghadiri haul (peringatan meninggalnya,-red) KH Maksoem, di Kampus Al-Maksoem Jl Rancaekek Bandung.Dari informasi yang diperoleh dari sumber di PW NU Jabar, keputusan untuk kembali mendukung KH Hasyim Muzadi itu cukup bulat. Dari 24 pengurus cabang yang ada, seluruhnya diklaim ikut mendukung pencalonan Hasyim Muzadi lagi. Hanya dari Kota Banjar, yang secara definitif belum ada kepengurusan tingkat cabangnya. "Suara dari 24 cabang ditambah 1 suara pengurus wilayah, cukup kompak mendukung KH Hasyim Muzadi lagi," tutur sumber itu.Namun semua itu memang belum final. Hari ini dikabarkan bahwa sejumlah ulama dan juga ormas-ormas underbouw NU melaksanakan pertemuan di Cirebon untuk memastikan dukungan tersebut.Gus Dur kepada pers menegaskan bahwa kans terpilihnya kembali Hasyim Muzadi cukup kecil. Ditegaskannya, soal pemilihan pucuk pimpinan di tubuh NU sepenuhnya tergantung kepada muktamar. "Yang akan datang ke muktamar itu adalah orang tua-tua, yang pengetahuan agamanya mendalam. Mereka juga punya keikhlasan pada organisasi dan mengabdi pada kepentingan rakyat banyak," katanya.Gus Dur pun menuturkan, berdasarkan laporan terakhir yang diperolehnya pada pertemuan ulama di Langitan Tuban menjelang lebaran lalu, calon terkuat justru KH Mustofa Bisri (adik KH Cholil Bisri di Rembang,-red)."Tapi saya tambahkan, Tolhah Hasan bekas Menteri Agama. Mustofa Bisri itu biasanya tergantung kepada ibunya. Kalau ibunya boleh, ya dia akan terus. Tapi kalau ibunya enggak, ya enggak. Seandainya ibunya nggak boleh, Tolhah Hasan yang akan jadi Ketua Umum Tanfidziah. Hasyim gimana? Terserah, itu kan lewat pemilihan suara nanti," papar Gus Dur panjang lebar.Soal posisi dirinya sendiri, Gus Dur menegaskan bahwa dia tidak akan berubah. Ada kemungkinan Gus Dur dicalonkan lagi? Dijawabnya, bahwa dia adalah orang PKB yang terjun berpolitik. "Nanti kita lihat saja, itu kan kata orang semua, nanti kita lihat. Saya tak mau dari awal sudah mencalonkan," tegasnya.Soal posisi Rois Am, menurut Gus Dur sudah ada KH Sahal Mahfudz. Namun jika kiai yang terkenal sederhana ini tidak bersedia, maka juga sudah ada calon penggantinya yaitu KH Azis Amin dari Kalibata Jakarta. "Kiai-kiai di Jakarta itu hampir semua ngajinya ke dia," katanya.Soal hubungan dirinya dengan Hasyim Muzadi yang sempat dikabarkan merenggang, Gus Dur menyatakan tidak ada apa-apa. "Hasyim Muzadi kemarin ke tempat saya, lebaran. Biasa aja," katanya lagi.
(nrl/)











































