Upacara pemakaman Lettu Agus dipimpin Kolonel Agus Siswanto, perwira Mabes TNI AD yang bertugas mengantar jenazah. Ia juga bertindak sebagai inspektur upacara.
Jenazah Lettu Agus diterima secara militer oleh Komandan Kodim Makassar 1408 BS Letnan Kolonel Firyawan. Pada saat pemakaman, bendera Merah-Putih yang berada di halaman TMB Siri Na Pesse dikibarkan setengah tiang. Beberapa prajurit TNI AD melepaskan satu kali tembakan salvo sebagai tanda penghormatan pada almarhum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Lettu Agus, Rizki Sri Amalia, jatuh pingsan saat peti jenazah suaminya dibawa masuk ke rumahnya. Tangisannya tidak berhenti hingga jenazah suaminya dimasukkan ke liang lahat.
Kolonel Agus yang membacakan sejarah kedinasan Lettu Agus di militer menyebutkan Lettu Agus setelah lulus dari Akademi Militer tahun 2008 lalu seluruh pengabdiannya di militer ditempatkan di wilayah perbatasan, yakni di perbatasan Papua dan Papua Nugini, perbatasan Kalimantan Barat dan Malaysia, perbatasan Atambua, NTT dan Timor Leste dan terakhir di perbatasan Kalimantan Utara dan Malaysia.
Dandim Makassar 1408 BS Letkol Firyawan yang ditemui wartawan di rumah duka menyebutkan pihaknya belum mendapatkan penyampaian terkait pemberian kenaikan pangkat Kapten Anumerta pada almarhum Lettu Agus.
"Kami diberi tugas menerima jenazah di Makassar, kami belum mendapat pemberitahuan untuk pemberian kenaikan pangkat anumerta pada Lettu Agus," ujar Firyawan.
Lettu Agus merupakan salah satu korban jatuhnya heli MI-17 buatan Rusia di perbatasan Malinau dengan Sarawak, Malaysia, Sabtu (9/11) lalu. Saat itu, heli milik TNI AD tersebut akan mendarat di lapangan terbuka di dekat dengan pos Pamtas Malaysia. Sebanyak 14 orang tewas, termasuk 5 anggota TNI.
(mna/trw)











































