"Memang ada pribadi-pribadi dalam Ormas-ormas yang menyatakan perlu dilakukan evaluasi terhadap elektabilitas Pak Ical yang tak kunjung naik. Tetapi itu bukan muncul dari pemilik suara," kata Hajriyanto di Ruang Pressroom DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/11/2013).
Hajriyanto menerangkan, pihak-pihak yang mempunyai hak suara pada Rapimnas yaitu DPP, DPD I, dan Ormas-ormas Golkar. Hajriyanto menilai selama ini pihak-pihak yang punya hak suara tetap mendukung Ical sampai saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua MPR ini melihat dorongan evaluasi pencapresan Ical didasarkan hanya pada hasil-hasil survei yang bertebaran bak jamur di musim penghujan. Menurutnya, alasan elektabilitas Ical yang dinyatakan rendah oleh lembaga survei tak bisa jadi pijakan. Karena survei tersebut hanya menggambarkan situasi sementara.
"ARB (Aburizal Bakrie) itu elektabilitas rendah, itu kan artinya elektabilitas menurut lembaga survei saja. Apakah Golkar akan meniru partai lain yang mengganti Ketum hanya berdasar hasil survei," tuturnya.
Suhardiman menyarankan Ical tak nyapres dan hanya menjadi 'king maker' di Pilpres 2014 mendatang. Alasannya karena selama ini capres yang menang dari Jawa, pencapresan Ical dinilai hanya buang uang dan waktu saja.
(dnu/van)











































