"Kerendahan elektabilitas Ketua Umum masih rendah. Ini dipandang bisa berpengaruh pada elektabilitas partai yang tinggi, sehingga elektabilitas Partai Golkar tersandera. Itu kemudian menimbulkan kecemasan," kata Zainal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2013).
Zainal berbicara dalam diskusi di Pressroom DPR bersama Ketua DPP Hajriyanto Tohari dan pengamat politik M Qodari. Menurut Zainal, suara yang kencang datang dari kader DPD II itu hendaknya dipikirkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paradoks ini, jika tidak disikapi dengan jitu, maka bisa dimanfaatkan oleh 'partai-partai sempalan Golkar' untuk mengambil keuntungan. Elektabilitas Golkar bisa ditekan dengan terus menjadikan Ical sebagai capres.
"Kita lihat, sempalan Golkar seperti NasDem, Gerindra, Hanura, bahkan Partai Demokrat, berkepentingan melakukan menekan suara Golkar lewat ini. Barangkali mereka membaca ini untuk menahan jalan," tutur Zainal.
(dnu/van)











































