Pengamatan detikcom, Kamis (21/12/2013), corat-coret tersebut berawal dari aksi pendemo yang nekat menghiasi dinding pagar Kedubes Australia dengan tulisan, "Merah Pu..." Namun, belum selesai tulisan itu digoreskan, pendemo sudah dihadang sejumlah polisi yang berjaga-jaga.
"Kami Pemuda Panca Marga mengingatkan kepada PM Australia untuk meminta maaf kepada media internasional dalam waktu 3 hari. Jika tidak, gedung ini akan kita ratakan dan kita akan datang dengan massa yang lebih banyak lagi," kata orator dari Pemuda Panca Marga yang mengenakan seragam loreng warna krem dan coklat di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Setelah berorasi, pendemo selanjutnya melampiaskan aksi protesnya dengan mencorat-coret jalanan di depan Kedubes Australia dengan tulisan, "
Go to Hell Australi. Indonesia Tanah Airku", dan "Nasionalisme kami harga mati." Tulisan 'kemarahan' itu ditorehkan di jalanan hingga pembatas jalur lambat dan jalur cepat kawasan tersebut.
Menjelang siang hari, para pendemo dari sejumlah elemen seperti Laskar Merah Putih, Pemuda Panca Marga, dan Gerakan Muda Forum Komunikasi Putra Putri dan Putra Putri Purna TNI membubarkan diri.
Jalur lambat di Kedubes Australia yang ditutup sejak pukul 11.00 WIB dibuka lagi pukul 12.29 WIB. Lalu lintas ramai lancar. Abu-abu bekas aksi bakar-bakaran karton dan sampah terlihat berserakan.
(aan/nrl)











































