"Kami (akan) mengembangkan infrastuktur kereta komuter yang direncanakan mampu melayani 1,2 juta penumpang per hari di 2019," ujar Wamenhub. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibanding penumpang sebanyak 500 ribu/orang tahun ini.
Wamenhub mengatakan itu pada pembukaan acara 'Workshop Commuter/Urban Railway Signaling Technology Jabodetabek as a Case Study' yang diselenggarakan oleh Institution of Railway Signal Engineering (IRSE) Chapter Indonesia (Asosisasi Profesi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api) di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Wamenhub mengakui, teknologi di kereta belum secanggih mobil dan pesawat. Teknologi di kereta cenderung lambat.
"Perkembangan kereta tidak terlihat dan progressnya cenderung lambat. Namun ini bukan berarti ada kekurangan ide. Banyak teknologi lebih baik seperti penambahan kecepatan, peningkatan efisiensi energi dan tingkat keamanan lebih baik," katanya.
(nwy/nrl)










































