RI Disadap AS dan Australia, Parlemen Rusia Berbagi Kemarahan di Senayan

RI Disadap AS dan Australia, Parlemen Rusia Berbagi Kemarahan di Senayan

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 21 Nov 2013 10:56 WIB
RI Disadap AS dan Australia, Parlemen Rusia Berbagi Kemarahan di Senayan
Foto: Danu Damarjati
Jakarta - Isu penyadapan oleh Australia dan Amerika Serikat (AS) yang mencuat sekitar sebulan terakhir ini mendapat tanggapan dari Rusia. Rusia menyatakan sama marahnya dengan Indonesia.

"Australia lebih banyak diam daripada berbicara. Kami sangat memahami Indonesia dan berbagi rasa kemarahan dengan Indonesia," kata Wakil Ketua Duma Negara Rusia Nikolai Levichev di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2013).

Levichev datang ke Gedung DPR sebagai Ketua Delegasi Rusia dalam kunjungan muhibah ke DPR, MPR, dan DPD. Levichev dan tiga orang delegasi Rusia disambut Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyadapan Australia dan AS dianggapnya sebagai sebuah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Levichev menyatakan pihak Barat telah melanggar konsep-konsep luhur yang mereka ajarkan sendiri.

"Ini tiba-tiba menjadi berita umum, mereka mengajar bagaimana menghormati HAM, tapi tiba-tiba mereka sendiri melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ajaran dan konsep mereka sendiri," tutur Levichev mengkritik pihak Barat.

Rusia juga menyayangkan pihak Australia yang mengaku bersahabat dengan Indonesia namun justru diam-diam menyadap Indonesia.

"Karena penyadapan seharusnya dilakukan kepada mereka yang diduga melakukan aksi teror. Namun ini dilakukan terhadap pemimpin negara yang dianggap negara sahabat," kritik Levichev.

(dnu/nrl)


Berita Terkait