Sutiyoso Minta Pemrotes TPST Bojong Ditindak Tegas
Senin, 22 Nov 2004 16:26 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso meminta aparat keamanan menindak tegas oknum pemrotes yang menyebabkan terjadinya bentrokan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Bogor."Saya minta aparat menindak tegas kasus tersebut, kalau hal seperti ini (pembukaan TPST Bojong) dibenarkan. Apalagi sampah belum dibuang ke sana," kata Sutiyoso di sela-sela pertemuan 21 gubernur dan walikota se-Asia di Hotel Borobudur, Jl.Lapangan Banteng, Jakpus, Senin (22/11/2004).Sutiyoso menyatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan atas insiden yang terjadi di sekitar TPST Bojong hari ini yang menyebabkan 7 warga mengalami luka tembak.Bang Yos, panggilan Gubernur menyatakan, Pemprov DKI telah memenuhi persyaratan untuk mendirikan TPST di Bojong. "Mau apalagi kalau semua persyaratan sudah dipenuhi, tapi masih diprotes. Amdalnya saja sudah ada," cetusnya.Bagi Sutiyoso, boleh saja TPST Bojong ditutup. Tapi harus dijalankan dulu. Dia bahkan menyarankan para pakar selama 3-6 bulan tinggal di Bojong untuk memantau dampak lingkungan.Sementara, Kabiro Humas dan Protokol DKI Jakarta, Catur Laswanto, mengutip Asisten Pembangunan Pemprov DKI Jakarta, Hari Sanjoyo, yang sedang berada di TPST Bojong menyatakan, oknum yang melakukan pemrotesan sudah ditangkap oleh pihak keamanan. "Itu masih dalam proses, jadi belum diketahui jumlahnya," kata Catur."Pemda jadi korban, ada oknum-oknum yang menggerakkan sehingga menjadi seperti ini. Posisi Pemprov DKI sebenarnya hanya sebagai pemasok sampah. Izin pengelola dilakukan PT Wiraguna Sejahtera dan Pemerintah Kabupaten Bogor," demikian Catur.
(nrl/)











































