KPK Geledah Kantor Bappepti Terkait Kasus Makam Bogor

- detikNews
Kamis, 21 Nov 2013 00:55 WIB
ilustrasi
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) kabupaten Bogor di Jakarta Pusat. Sejumlah dokumen dari kantor tersebut sudah disita penyidik terkait kasus dugaan suap Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU).

Menurut juru bicara KPK Johan Budi, sejak Rabu (20/11) sore tadi, sekitar 10 penyidik bergerak mendatangi BAPEKTI. Mereka mengobok-obok sejumlah ruangan.

"Ada sejumlah dokumen yang sudah diamankan," kata Johan, Jakarta, Kamis (21/11/2013).

Penyidik tiba di Gedung KPK sekitar pukul 23.15 WIB. Mereka menggunkan empat buah mobil. Seluruh mobil tersebut diparkir di lobi KPK.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan satu tersangka baru. Yakni, kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPEKTI) kabupaten Bogor, Syahrul R Sampurna Jaya.

Syahrul diduga sebagai pemegang saham PT Garindo Perkasa sebagai perusahaan yang akan menggarap lahan makam tersebut. Drektur PT Garindo Perkasa juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sma beberapa waktu yang lalu karena diduga memberi uang suap kepada ketua DPRD Bogor, Iyus Djuher.

Johan menjelaskan, Syahrul diduga telah melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU no 20 tahun 2001 junto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Di dalam kasus dugaan suap pengurusan izin TPBU di kabupaten Bogor ini, KPK sebelumnya telah menetapkan lima tersangka, yakni ketua DPD Bogor, Iyus Djuher, Pegawai Pemkab Bogor Listo Welly Sabu, PNS Pemkab Bogor Usep Jumeno, Direktur utama PT Garindo Perkasa Sentot Susilo dan direktur PT Garindo Perkasa Nana Supriatna.


(mok/fjr)