Kepala Dinas Peternakan Sumut Tetty Erliana Lubis menyatakan, langkah proaktif itu dilakukan menyikapi kondisi Gunung Sinabung yang masih erupsi dan berstatus Siaga (Level III). Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat korban bencana.
Tetty menyatakan, dari total 5.624 ekor hewan ternak yang dievakuasi itu terdiri dari sapi potong 2.962 ekor, kerbau 714 ekor, kambing 1.496 ekor dan 452 ekor unggas. Evakuasi dilakukan di Kecamatan Neman Teran, Tiganderket dan Payung, Kabupaten Karo yang paling parah terdampak akibat letusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian dari hewan ternak tersebut dipindahkan ke lokasi aman, namun ada juga dititipkan pada keluarga di desa lain. Sampai saat ini dampak abu vulkanik belum menimbulkan penyakit serius pada ternak. Paling hanya masalah kurang perawatan dan kekurangan pakan ternak.
Walau belum ada penyakit, namun ada juga gangguan pada hewan ternak karena erupsi Sinabung itu. Antara lain infeksi pernafasan, gembung, tercemar abu dan kurang perawatan.
Β "Kita terus antisipasi, tim kami sudah stand by di lokasi," ujar Tetty.
(rul/fdn)











































