Persiapan Muktamar NU Final, Hasyim Masih Kuat
Senin, 22 Nov 2004 14:51 WIB
Solo - Panitia daerah Muktamar NU ke-31 menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis untuk pelaksanaan muktamar telah final, termasuk penyewaan rumah-rumah penduduk untuk peserta. Sedangkan dukungan suara untuk Hasyim Muzadi kembali menduduki posisi ketua tanfidziyah (eksekutif) PBNU diperkirakan masih kuat.Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PCNU Kota Solo, KH Mubin Shoimuri kepada wartawan di Solo, Senin (22/11/2004). Menurutnya, Kompleks Asrama Haji Donohudan yang dijadikan tempat acara tidak mampu menampung seluruh peserta yang berjumlah lebih dari 3.000 orang. Karenanya panitia menyewa rumah-rumah penduduk di sekitarnya. "Kami sudah selesai mengurusnya," ujar dia.Seluruh panitia daerah akan mulai siap berada di lokasi acara sejak 24 November, sedangkan seluruh panitia pusat akan tiba pada 27 November, bersamaan dengan kedatangan seluruh peserta dari seluruh penjuru tanah air serta para peninjau dari luar negri. Rencananya, pembukaan muktamar 28 November nanti akan dihadiri oleh Presiden Yudhoyono.Gus Mubin, demikian dia akrab disapa, memaparkan selain persiapan teknis untuk pra-muktamar panitia juga menyelenggarakan bakti sosial, khitanan massal untuk 100 anak, dan MTQ. Bakti sosial telah selesai dilakukan, sedangkan khitanan massal dan MTQ akan digelar di Pendopo Kabupaten Boyolali pada 24 Nopember.Dukungan Kuat untuk HasyimLebih lanjut, Gus Mubin menjelaskan bahwa dukungan bagi Hasyim Muzadi untuk kembali duduk sebagai ketua tandziyah atau ketua umum PBNU masih sangat kuat. Disebutkannya, sejauh ini PCNU di Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Sumatera, dan sebagian Kalimantan, solid untuk kembali memilih Hasyim Muzadi."Setiap orang ada kelemahan dan kelebihannya. Sebagian yang menentangnya itu hanya melihat Pak Hasyim jangan hanya dilihat kelemahannya. Program kerja Pak Hasyim cukup bagus sehingga menurut kami harus dilanjutkan untuk lima tahun ke depan," kata dia.Sementara itu informasi dari seorang tokoh NU yang dekat dengan Gus Dur mengatakan bahwa Gus Dur akan berada di Solo sejak 26 Nopember hingga selesainya muktamar tanggal 3 Desember. "Sejak 27 November beliau sudah akan berada di Asrama Haji untuk mengamati sejak awal seluruh perkembangan, untuk mengambil sikap secara tepat," ujar sumber tersebut.Selama ini dari pernyataan-pernyataannya, Gus Dur menolak keras terpilihnya kembali Hasyim Muzadi sebagai ketua umum PBNU dengan alasan telah mempolitisir NU. Jika Hasyim tetap bersikeras untuk maju maka Gus Dur juga bertekad untuk menghadangnya. "Bukan tidak mungkin Gus Dur akan mengambil langkah cepat tak terduga setelah mempelajari situasi," ujar sumber itu.
(nrl/)











































