Chen Ancam Gelar Referendum Soal Masa Depan Taiwan

Chen Ancam Gelar Referendum Soal Masa Depan Taiwan

- detikNews
Senin, 22 Nov 2004 13:41 WIB
Jakarta - Presiden Taiwan bertekad untuk terus mengupayakan konstitusi baru dan mengancam akan menggelar referendum mengenai masa depan Taiwan. Demikian disampaikan Presiden Chen Shui-bian yang menyebut Taiwan sebagai sebuah negara merdeka."Yang kami butuhkan adalah perubahan-perubahan substansial... dan itu perlu aturan baru," seru Chen saat berkampanye untuk para kandidat dari partai pro-kemerdekaan Democratic Progressive Party (DPP) pimpinannya, menjelang pemilihan parlemen 11 Desember mendatang.Chen juga mengancam akan mengadakan referendum mengenai masa depan Taiwan jika pemerintah Beijing memaksa Taiwan "terlalu keras" untuk bergabung kembali dengan Cina. Menurut Chen, rakyat Taiwan menolak tawaran reunifikasi dari Cina.Chen juga menegaskan bahwa Taiwan tidak menerima prinsip "Satu Cina" dari Beijing, yang menyatakan bahwa pulau tersebut merupakan bagian integral dari wilayah Cina. "Jika Cina memaksa terlalu keras, kami mungkin akan membawa isu ini ke referendum," kata Chen seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (22/11/2004).Komentar Chen ini sudah pasti akan mengundang kemarahan pemerintah Cina. Hingga saat ini, Beijing bersikeras menganggap Taiwan sebagai sebuah provinsi yang memisahkan diri dan sewaktu-waktu akan kembali ke pangkuan Cina, bahkan jika perlu dengan kekerasan.Sebelumnya, di sebuah seminar, Chen menyatakan bahwa Taiwan merupakan "negara yang merdeka, berdaulat dan reformasi konstitusional esensial untuk melindungi HAM, meningkatkan efisiensi pemerintah dan memperbarui kompetisi negara." (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads