50 Polisi Amankan TKP di Rohul

2 Tewas Akibat Bentrok

50 Polisi Amankan TKP di Rohul

- detikNews
Senin, 22 Nov 2004 13:37 WIB
Pekanbaru - Pasca bentrok di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) antara masyarakat dengan pamswakarsa PT Surya Dumai Group, Polda Riau menurunkan 50 personel untuk pengamanan. Akibat bentrok itu, dua warga tewas. Kapolres Rohul AKBP Nuhdi Kristanto mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Senin (22/11/2004) per telepon di Pasir Pangaraian, ibukota Rohul, terpaut 200 km arah selatan Pekanbaru. Menurutnya, kini sekitar 50 polisi disiagakan di lokasi bentrok antara warga dengan pihak perusahaan PT Panca Sura Agrindo (PSA) anak perusahaan Surya Dumai Tbk. Penempatan personel polisi itu guna mengantisipasi terjadinya bentrok susulan antara kedua belah pihak."Kita sudah menurunkan anggota ke lokasi tersebut guna mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan. Walau sudah dilakukan pertemuan kedua belah pihak, tapi tampaknya belum ada keputusan yang final masalah sengketa lahan perkebunan sawit," kata Kapolres Rohul, Nuhdi.Peristiwa bentrok ini, terjadi pada Sabtu (20/11/2004) di lokasi perkebunan sawit PT PSA. Pada hari itu sekitar 2000 massa dari warga Desa Tambusai Timur dan Desa Kepenuhan Hulu Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rohul, Riau melakukan aksi demo ke perusahaan.Warga menuntut agar tanah ulayat mereka yang telah dicaplok perusahaan segera dikembalikan. Sekitar pukul 13.00 WIB, sebagian warga meninggalkan lokasi perkebunan. Hanya tinggal puluhan orang yang bertahan di lokasi tersebut. Sebagian warga lainnya melakukan penjarahan kebun sawit. "Saat itulah, sekitar 60 personel pamswakara perusahaan melakukan penyerangan kepada warga," kata Kapolres Rohul.Anggota pamswakarsa itu melakukan penyerangan dengan senjata tajam, tombak, parang serta dodos (alat untuk memotong buah sawit). Warga juga membawa sejumlah senjata tajam. Ketika warga sedang istirahat makan siang, mereka mendapat serangan mendadak. Walhasil dua orang warga tewas akibat bacokan benda tajam.Korban meninggal dunia adalah Amrin Lubis (38) dan Irfan (40) yang tewas setelah dilarikan ke rumah sakit di Rantau Perapat, Sumatera utara. Sedangkan dua orang lagi mengalami luka serius yakni, Umas (43) dan Jana Lubis (40). "Keduanya masih dirawat di RS Rantau Perapat,"kata Nuhdi.Kapolres Rohul menjelaskan, hingga kini pihaknya belum menetapkan siapa saja tersangka dalam kasus bentrokan massal ini. Baik dari warga maupun perusahaan juga belum dimintai keterangan."Rencananya hari ini kita akan memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangan," katanya.Informasi yang dihimpun detikcom, sekitar 3 bulan yang lalu, unjuk rasa yang sama juga pernah dilakukan warga ke lokasi perkebunan sawit tersebut. Warga setempat menuntut agar tanah ulayat mereka yang dicaplok PT Sura Dumai segera dikembalikan kepada mereka.Versi warga menyebutkan, sekitar 1.600 hektar tanah mereka dirampok perusahaan untuk dijadikan perkebunan sawit. Waktu itu pihak perusahaan berjanji akan menyelesaikan sengkata lahan tersebut. Namun, janji itu tidak ditepati pihak perusahaan. (nrl/)



Berita Terkait