Polri Akan Selidiki Teror Terhadap Keluarga Munir

Polri Akan Selidiki Teror Terhadap Keluarga Munir

- detikNews
Senin, 22 Nov 2004 13:42 WIB
Jakarta - Mabes Polri akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap teror yang diterima keluarga almarhum aktivis HAM, Munir. Polisi juga akan meningkatkan penjagaan terhadap kediaman almarhum.Demikian disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Senin (22/11/2004). Keluarga Munir, Sabtu (20/11/2004) lalu, dikirimi bungkusan berisi bangkai ayam yang sudah membusuk. Bingkisan itu disertai surat ancaman yang bunyinya "Awas jangan libatkan TNI dalam kematian Munir. Mau Menyusul Seperti Ini (?!) ". Dalam bungkusan dicantumkan pengirim Zul Rizal Umar dengan alamat Jl. Semeru X, nomor 45 Bogor.Mabes Polri, kata Suyitno sudah menyelidiki alamat pengirim tersebut yang ternyata palsu. "Kita sudah cek alamat pengirim paket itu ternyata palsu," kata Suyitno.Sementara untuk pemeriksaan kematian Munir, Mabes Polri telah mendapatkan daftar penumpang pesawat yang ditumpangi Munir ke Belanda. Selain itu polisi juga telah mengetahui dokter yang sempat memeriksa almarhum. "Pemeriksaan sampai sekarang sedang berjalan," tandas Suyitno. Surat Depkum dan HAMPada kesempatan itu, Suyitno juga mengungkapkan pihaknya akan segera meminta surat ke Menkum dan HAM terkait penyelidikan di Belanda. Surat itu saat ini sedang disiapkan dan diharapkan bisa dikirim ke Depkum dan HAM, Selasa (23/11/2004) besok. "Surat dibutuhkan karena adanya perbedaan sistem. Kalau posisi penyelidik di sana (Belanda) di bawah kejaksaan. Jadi butuh surat dari Menteri Hukum dan HAM atau Jaksa Agung," jelas Suyitno.Apa saja yang mau didapat dari Belanda? Suyitno menyatakan, tim akan mendiskusikan langsung dengan pakar yang melakukan otopsi tersebut menganai analisa keseluruhan. Selain itu juga mendiskusikan analisa toksikologi. "Bila memungkinkan untuk mendapatkan dokumen lengkap , otentik yang kita perlukan dalam proses penyidikan," kata Suyitno. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads