Pedagang Blok G Tanah Abang Direcoki Pelacur

PKL Setelah Direlokasi Jokowi

Pedagang Blok G Tanah Abang Direcoki Pelacur

Ropesta Sitorus - detikNews
Selasa, 19 Nov 2013 14:47 WIB
Pedagang Blok G Tanah Abang Direcoki Pelacur
Blok G Pasar Tanah Abang tampak rapi. (Fotografer - Pool)
Jakarta -

Selain munculnya maling dan belum adanya akses eskalator di lantai 3 Blok G Pasar Tanah Abang yang menyebabkan sepi pengunjung, pedagang kali lima yang direlokasi ke Blok G juga menyampaikan keluhan lain.

Kali ini tentang para penjaja seks komersial atau pelacur yang menempati bongkaran di sekitar areal Pasar Tanah Abang. Lokasi yang kini jadi parkir truk itu dikenal lekat dengan image rumah bordil.

Salah seorang pedagang di Blok G, Fauziah, 49, mengaku sangat terganggu dengan keberadaan para pelacur itu meski ia tidak secara langsung menyaksikan karena penjaja syahwat beroperasi pada malam hari. "Tapi daerahnya terlalu dekat (Pasar Blok G), jadi pandangan orang jelek,” kata Fauziah, saat ditemui detikcom, Senin (18/11).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para wanita tuna susila itu diketahui banyak yang mangkal di dekat jembatan penyeberangan yang menghubungkan lantai tiga Blok G dengan jalan raya.



Dari pengamatan di lapangan, di kawasan tersebut banyak wanita dengan pakaian ketat mencolok yang mempertontonkan lekuk tubuh. Mereka berdiri atau duduk-duduk di tangga jembatan, mengelilingi wanita yang berjualan kopi di tangga.

Mustafa, 45, pedagang lain di Blok G mengamati para perempuan tersebut hanya berpura-pura jualan kopi. "Itu cara mereka menunggu dan mencari pelanggan. Itu buktinya, satu wanita itu sudah dapat pelanggannya, lihat saja ke mana arah tujuannya,” kata Mustafa kepada detikcom baru-baru ini.

Mustafa pun protes dan meminta petugas segera menertibkan PSK di bongkaran. Menurutnya, jika tidak ditertibkan, keberadaan mereka di sekitar Blok G akan mengganggu kenyamanan para pengunjung lain. “Kalau mereka ada di sana terus kan jadi mengganggu calon pembeli yang mau datang."

Pedagang lainnya, Desi, 37, menjelaskan sebelum para PKL dipindah oleh pemerintah provinsi DKI ke Blok G, di lokasi itu memang kerap dijadikan tempat memadu kasih atau sekadar membuat janji ketemu oleh para pelacur.

(brn/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads