"Yang bertugas memproteksi itu bukan BIN, tapi Lemsaneg. Lemsaneg itu tugasnya pokoknya memproteksi, bukan malah masuk ranah KPU," kata Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2013).
Hasanuddin bermaksud mengingatkan soal batalnya keikutsertaan Lemsaneg dalam mengurusi Pemilu 2014 bersama KPU. Menurutnya Lemsaneg harus fokus untuk melindungi keamanan negara dari upaya spionase seperti yang dilakukan Australia terhadap Presiden SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Untuk pemanggilan) Nanti lah, berurutan, biarkan mereka (pemerintah) bekerja lebih dulu. Biar cooling down dulu," ujar Hasanuddin.
Ke depan, Komisi I bersedia mendukung agar kerja Lemsaneg lebih optimal. Komisi I, Lemsaneg, dan pihak terkait bisa membahas bagaimana cara meningkatkan perlindungan dari spionase itu.
"Bisa dibahas sistem seperti apa yang bisa dibangun untuk meningkatkan proteksi. Kita akan diskusikan," tuturnya.
Untuk saat ini, Komisi I berharap pemerintah bisa tegas terhadap tindakan Australia yang disebut Hasanuddin sebagai 'kurang ajar'. Komisi I mengapresiasi positif pernyataan Presiden SBY yang akan mengkaji ulang hubungan diplomatik dengan Australia.
"Biar saja pemeritah menyelesaikan masalahnya. Presiden SBY sendiri akan mengkaji ulang hubungan kerja sama dengan Australia, itu sudah baik," pungkasnya.
(dnu/van)










































