Menelusuri Jejak Hoegeng di Komplek Elite Menteng

- detikNews
Selasa, 19 Nov 2013 05:43 WIB
Bekas Rumah Hoegeng di Menteng
Jakarta - Tak sulit menapaki tilas sosok Jenderal Hoegeng yang pernah tinggal di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Meski nama jalan telah berubah, bangunan rumahnya juga tak berbekas, warga Menteng masih mengingat Hoegeng pernah tinggal di situ.

"Jalan Madura? Nggak ada jalan Madura. Madiun mungkin? mau cari rumah siapa?" kata seorang ibu kepada detikcom saat ditanyai di mana letak Jalan Madura di kawasan tersebut pada Senin (18/11/2013) sore.

Ibu tersebut sedang duduk santai di depan air mineral galonan di rumahnya di Jalan Sutan Syahrir, Menteng. Ketika detikcom menyebut kata Hoegeng, si ibu seolah ingat sesuatu.

"Oh mantan Kapolri itu ya, dia nggak mau tinggal di asrama. Dia tinggalnya di seberang jalan ini, Jalan Moh Yamin," ujarnya.

Setelah ditelusuri, Jalan Madura kini memang telah berganti nama menjadi Jalan Moh Yamin. Seorang polisi jaga di Polsek Menteng bernama Iteng Waluyo bercerita singkat, "Rumah Pak Hoegeng yang No 8, nama jalan sudah ganti sejak lama," katanya.

Saat detikcom mendatangi rumah dengan alamat Jalan Moh Yamin No 8, Menteng, Jakarta Pusat, yang ada adalah sebuah rumah megah berpagar setinggi 2,5 meter. Bangunan berlantai dua itu memiliki dua pilar di bagian depannya. Warna catnya didominasi warna cokelat dengan kombinasi warna emas.

Seorang petugas sekuriti rumah tersebut yang bernama Hamzah (45) mengiyakan bahwa Hoegeng pernah tinggal di alamat itu.

"Saya tahunya karena pernah ada tagihan PAM yang masih atas nama Pak Hoegeng," jelas Hamzah.

Tak hanya itu, selama bekerja di rumah itu sejak tahun 2006, Hamzah bercerita sudah ada tiga orang yang mencari Hoegeng. Ketiganya mengaku sebagai keluarga dari jenderal polisi yang dikenal sederhana itu.

Saat ini, alamat tersebut telah dihuni oleh Bambang Sujagad yang merupakan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Saat dihubungi detikcom, Bambang bercerita bahwa rumah tersebut berpindah tangan dari istri Hoegeng Merry Roeslani kepadanya pada tahun 1998.

"Saya membeli, berpindah tangan ya. Lalu saya bangun total. Dulunya rumah tua gaya Belanda," ujar Bambang.




(sip/rvk)