"Hasil evaluasi, saat ini aktivitas merapi sudah normal kembali. Tidak ada indikasi peningkatan aktivitas vulkanik yang mengarah pada letusan magmatis," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kepada detikcom, Selasa (19/11/2013).
Sutopo menuturkan, letusan gunung merapi dengan tipe freatik yang terjadi pada Senin (18/11) kemarin hanya aktivitas permukaan bersifat sesaat, tidak ada aktivitas lebih lanjut. "Kesimpulannya tingkat aktivitas merapi masih normal," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memasuki musim penghujan, masyarakat khususnya penambang pasir agar selalu waspada. Potensi banjir lahar dingin masih tinggi. Ada 70 juta m3 material sisa letusan erupsi 2010 masih berada di gunung dan dapat berpotensi lahar dingin," ucap Sutopo.
Sebelumnya, Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan asap serta abu vulkanik hingga 2 Km pada Senin (18/11) kemarin sekitar pukul 04.50-06.00 WIB. Letusan itu dipicu gempa tektonik lokal di bawah tubuh Gunung Merapi. Setidaknya ada 5 kabupaten/kota yang terkena dampak hujan abu vulkanik tersebut.
(iqb/rvk)











































