"Kita mau lakukan uji coba dulu dengan stiker berbayar," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2013).
Ahok menceritakan pihaknya memutuskan tidak menggunakan APBD untuk membuar ERP dengan biaya investasi sebesar Rp 1 triliun. Alasannya biaya tersebut akan sulit dipertanggungjawabkan jika tidak berhasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu dengan menggunakan stiker akan meminimalisir kerugian. Sebagai contoh, DKI akan mencetak 200 ribu stiker dan misalnya yang terpakai adalah sekitar 100 ribu, maka Sisa 100 ribu stiker yang tidak terpakai itu akan dihanguskan.
Pelaksanaan ERP dengan menggunakan parkir tersebut kemungkinan akan dilaksanakan oleh UPT Parkir DKI Jakarta. Ahok menyebut masih mempelajari ERP karena merupakan aturan baru yang ada di Indonesia.
Para pemilik kendaraan dapat membeli stiker tersebut di UPT Parkir dengan masa penggunaan selama sebulan. Ahok memperkirakan kisaran harga stiker itu sebesar rp 1 juta hingga Rp 2 juta. "Berapa banyak yang lewat musti kita ujicoba," ujarnya.
Pelaksanaan ERP ini hanya berlaku bagi kendaraan roda empat, karena roda dua tidak dapat masuk ke jaluur ERP. Nantinya bagi warga yang tidak sanggup membayar ERP akan disediakan bus gratis.
"Jalur yang dilewati ERP, motor tidak lewat. Kita kasih bus gratis, nanti bus tingkat supaya fair dong," kata Ahok.
(tfq/rvk)










































