Ketika Jenderal Hoegeng Marah Kala Ada yang Membayarinya Makan di Restoran

Ketika Jenderal Hoegeng Marah Kala Ada yang Membayarinya Makan di Restoran

Ferdinan - detikNews
Senin, 18 Nov 2013 15:58 WIB
Ketika Jenderal Hoegeng Marah Kala Ada yang Membayarinya Makan di Restoran
Jakarta - Jenderal Hoegeng memang pantas diacungi jempol. Bayangkan saat menjabat sebagai Kapolri di era 1966-1971 dia menolak gratifikasi untuk urusan yang kecil. Hoegeng marah besar kala ada yang membayarinya makan di restoran.

Hoegeng sudah meninggal dunia pada 2004 lalu. Namun aksi dia terus menjadi legenda. Gus Dur bahkan menyebutnya polisi yang tak bisa disuap.

Dalam buku Suhartono 'Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan' terbitan PT Kompas Media Nusantara yang dikutip detikcom, Senin (18/11/2013), berdasarkan pengakuan putranya Didit, Hoegeng tak pernah mau makan di restoran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata awal mulanya karena ada yang membayari Hoegeng makan di restoran. Saat itu Hoegeng dan keluarga dalam perjalanan ke Bandung, dan mampir ke sebuah restoran. Nah, saat membayar itu sang kasir menolak menerima uang bayaran, karena sudah ada yang traktir.

"Papi marah besar, tetapi orang yang membayar sudah tak ada lagi. Sejak itu, papi tak mau lagi makan di restoran mana pun," ujar Didit di buku itu.

Tak hanya itu saja, Didit juga bertutur, ayahnya marah saat mobil dinas Polri dipakai olehnya. Hoegeng merasa bersalah kalau kendaraan dinas dipakai untuk urusan pribadi.

"Meskipun pelat nomornya bukan pelat dinas ayahmu, tetapi mobilnya adalah mobil dinas Polri. Polisi di jalan itu tahu itu mobil siapa," urai Didit menirukan ucapan ayahnya.

(fdn/ndr)


Berita Terkait