"Saya nyatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013 selesai, hari ini dimulai penyelenggaraan haji tahun 2014. Perbaikan-perbaikan terus dilaksanakan," kata Menag.
Hal ini disampaikan Menag usai acara penyambutan kloter akhir dan penutupan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1434 Hijriah/ 2013 Masehi di Bandara Halim Perdanakusumah, Senin (18/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi menghemat waktu yang biasanya 40 hingga 41 hari perlu dipersingkat 30 hari atau paling lama 35 hari. Secara psikologis setelah selesai melaksanakan haji, muncul kejenuhan jamaah haji menunggu pulang," ungkap Menag yang terbalut seragam batik haji warna hijau dan ungu ini.
Menurut dia, kepulangan jamaah haji memerlukan waktu karena menggunakan pesawat yang berkapasitas hanya 300 hingga 400 penumpang.
"Kita akan menggunakan airbus A380 yang berkapasitas 800 penumpang. Insya Allah bisa menghemat waktu 5-10 hari," ujar Menag.
Namun begitu, kata dia, rencana menggunakan airbus untuk mengangkut jamaah haji memerlukan sejumlah persiapan.
"Tergantung kesiapan maskapai dan bandaranya. Bisa jadi kita menambah maskapai yang melayani haji. Kalau pun mereka seandainya tidak siap, sekurangnya kita bisa mendorong penerbangan dan pengelola bandara untuk mempersiapkan diri," papar Menag.
Menag juga telah membicarakan rencana ini dengan pihak terkait.
"Untuk rencana penggunaan airbus A380, Menhub bilang bagus, memberikan apresiasi dan dukungan," kata dia.
Kedua, perbaikan di bidang keamanan bagi jamaah haji Indonesia.
"Keamanan sudah sangat meresahkan. Lebih banyak pelakunya saudara-saudara kita sendiri. Oleh karena itu, dicari langkah-langkah efektif untuk menekan tingkat kejahatan," kata Menag.
Ketiga, membayar Dam melalui Islamic Development Bank (IDB).
"Kita juga akan membicarakan dengan MUI tentang teknis pembayaran Dam," ujar pria yang juga Ketum PPP ini.
Terakhir, Menag menegaskan akan meningkatkan pengawasan katering.
"Jamaah haji juga dilibatkan untuk mengawasi katering," kata Menag.
Visa Umrah
Dalam kesempatan itu, Menag menambahkan akan menertibkan jamaah umrah.
"Banyak sekali jamaah kita, 500 ribu umrah dari Indonesia ke Arab Saudi. Bisa jadi di antara mereka punya niat lain, misalnya bekerja," kata Menag.
Oleh karena itu, lanjut dia, visa penyelenggaraan umrah akan ditertibkan dan diperketat.
"Kalau 100 yang berangkat, 100 juga yang pulang. Kalau tidak, harus ada penjelasan," kata Menag.
(aan/gah)











































