Hatta Rajasa terkejut mendengar dirinya masuk radar penyadapan Australia. Pada Agustus 2009, Hatta menjabat sebagai Mensesneg. Hatta mengaku prihatin dengan tindakan Australia itu.
"Kalau itu betul, maka saya tentu prihatin terhadap pola-pola seperti itu. Mohon maaf. Bagaimanapun juga, ada komunikasi-komunikasi yang kalau menteri sekretaris negara, tentunya ada hal-hal tersangkut rahasia negara juga yang saya bicarakan," kata Hatta di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/11/2013).
Menurut Hatta, sebagai Sekretaris Negara, dirinya banyak membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan rahasia negara yang tentu tidak untuk konsumsi publik, apalagi untuk negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hatta, penyadapan yang dilakukan Australia itu tidak baik dan tidak benar. "Tapi sekali lagi saya katakan, ini perlu kita mengklarifikasi ini melalui katakanlah dikoordinasikan oleh kantor Menkopolhukam. Jadi saya tentu tidak perlu memberikan over-reaction untuk itu," urainya.
"Kalau kita tidak hati-hati menimbulkan memburuknya hubungan, ada hal-hal yang menurut saya secara proporsional kita harus meletakkan itu pada proporsinya. Di-handle oleh kementerian terkait," tutupnya.
(wij/ndr)










































