BPPTKG: Gejala Awal Letusan Merapi Tidak Jelas

BPPTKG: Gejala Awal Letusan Merapi Tidak Jelas

- detikNews
Senin, 18 Nov 2013 09:32 WIB
BPPTKG: Gejala Awal Letusan Merapi Tidak Jelas
Abu vulkanik menempel di tanaman milik warga di Solo (Foto: Muchus B/detik)
Yogyakarta, - Gunung Merapi di Yogyakarta meletus pagi tadi sekitar pukul 04.53 WIB. Gunung Merapi menyemburkan asap warna cokelat pekat disertai hujan abu.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Subandrio mengatakan, letusan yang terjadi merupakan letusan freatik yang menghasilkan kolom asap berwarna coklat pekat sampai ketinggian 2 km dari puncak Merapi.

Kolom asap tersebut tersapu ke arah timur hingga mencapai Sragen. "Tidak ada gejala awal yang jelas berkaitan dengan letusan freatik. Kecuali satu menit sebelumnya, terjadi gempa tektonik di Ciamis," kata Subandrio di kantor BPPTKG Yogyakarta, Senin(18/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah terjadi gempa tektonik di Ciamis tersebut, 1 menit kemudian langsung terjadi suara gemuruh di Merapi. Menurutnya, gempa ini kemungkinan sebagai pemicu terjadinya letusan freatik.

Letusan freaktif juga dipengaruhi oleh aktivitas hujan yang cukup intens akhir-akhir ini. Pengaruh hujan deras, berkaitan dengan morfologi kawah merapi yang sangat dalam, sehingga air meresap kebawah kemudian berinteraksi dengan panas yang dikeluarrkan oleh magma Merapi.

"Yang dikeluarkan dari letusan freaktik ini dominan uap air bukan gas vulknais. Bukan wedus gembel, tidak ada wedus gembel,"katanya.

Letusan freaktik ini sifatnya hanya sementara, setelah itu kembali normal. Letusan seperti ini sudah beberapa kali terjadi pasca eruspi merapi 2010. Tetapi gejala awalnya selalu tidak jelas bahkan hampir tidak ada.




(fdn/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads