Gempuran 'Serangan Udara' Belum Mampu Dongkrak Elektabilitas Ical

Gempuran 'Serangan Udara' Belum Mampu Dongkrak Elektabilitas Ical

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Minggu, 17 Nov 2013 15:18 WIB
Gempuran Serangan Udara Belum Mampu Dongkrak Elektabilitas Ical
Jakarta - Mendekati Rapimnas Golkar, muncul survei yang dirilis oleh Lembaga Klimatologi Politik (LKP) mengenai elektabilitas Ketum sekaligus Capres Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang masih rendah dibandingkan kompetitornya di partai lain. Serangan udara yang dilancarkan Ical pun dinilai tidak mampu mendongkrak elektabilitasnya.

"Korelasi iklan tidak begitu besar bagi Ical. Sekarang begini saja, misal masyarakat butuh penanganan banjir tapi yang diiklankan tidak ada kaitannya dengan banjir. Jadi maksudnya adalah iklan yang dibuat itu belum kontekstual terhadap kebutuhan masyarakat," tutur CEO LKP, Usman Rachman usai Jumpa Pers di Hotel Atlet Century Park, Jl. Pintu 1 Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2013).

Persepsi sebagai 'calon Presiden' masih belum melekat pada figur Ical. Ditambah lagi dengan isu miring, membuat Golkar harus bekerja ekstra keras disamping melancarkan serang udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masyarakat cenderung memandang Ical sebagai tokoh pengusaha ketimbang sebagai calon presiden. Selain itu isu soal lumpur Lapindo masih kuat sebagai wacana publik. Tidak bisa dipungkiri kalau permasalahan Lapindo itu melekat pada Ical. Karena ada pula responden yang begitu kita sebut nama 'Aburizal Bakrie', itu langsung menyebut soal Lapindo. Dan bicara soal partai, tentunya kita tidak bisa bicara secara individu saja tetapi harus kolektif kolegial," imbuhnya.

Sementara itu di internal Golkar justru elektabilitas Ical tertinggi di antara sejumlah tokoh Golkar lainnya. Walaupun dari segi popularitas masih kalah dengan Jusuf Kalla (JK).

Berikut hasil survei LKP terhadap elektabilitas tokoh internal Golkar:

1. Aburizal Bakrie: 19,6%
2. Jusuf Kalla: 15,2%
3. Priyo Budi Santoso: 13,9%
4. Akbar Tandjung: 7,9%
5. Fadel Muhammad: 6,7%
6. Agung Laksono: 4,2%
7. Idrus Marham: 3,5%
8. Sharif C Sutarjo: 2%
9. Theo L Sambuaga: 1,7%
10. Hajriyanto Y Tohari: 1,5%
11. Setya Novanto: 0,2%

(bag/van)


Berita Terkait