"Korelasi iklan tidak begitu besar bagi Ical. Sekarang begini saja, misal masyarakat butuh penanganan banjir tapi yang diiklankan tidak ada kaitannya dengan banjir. Jadi maksudnya adalah iklan yang dibuat itu belum kontekstual terhadap kebutuhan masyarakat," tutur CEO LKP, Usman Rachman usai Jumpa Pers di Hotel Atlet Century Park, Jl. Pintu 1 Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2013).
Persepsi sebagai 'calon Presiden' masih belum melekat pada figur Ical. Ditambah lagi dengan isu miring, membuat Golkar harus bekerja ekstra keras disamping melancarkan serang udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di internal Golkar justru elektabilitas Ical tertinggi di antara sejumlah tokoh Golkar lainnya. Walaupun dari segi popularitas masih kalah dengan Jusuf Kalla (JK).
Berikut hasil survei LKP terhadap elektabilitas tokoh internal Golkar:
1. Aburizal Bakrie: 19,6%
2. Jusuf Kalla: 15,2%
3. Priyo Budi Santoso: 13,9%
4. Akbar Tandjung: 7,9%
5. Fadel Muhammad: 6,7%
6. Agung Laksono: 4,2%
7. Idrus Marham: 3,5%
8. Sharif C Sutarjo: 2%
9. Theo L Sambuaga: 1,7%
10. Hajriyanto Y Tohari: 1,5%
11. Setya Novanto: 0,2%
(bag/van)











































