"Jika TNI mengorbankan nyawa, karena profesinya dan itu memang harus demikian. Tapi relawan-relawan meski bukan sebagai tuntutan profesi, tapi rela mengobankan nyawa untuk segera menyelamatkan nyawa manusia lain yang terkena musibah bencana. Sungguh suatu tindakan yang sangat mulia," ujar Hayono dalam keterangan persnya, Sabtu (17/11/2013).
Hayono menyampaikan hal itu di depan para peserta Jambore dan gladi tangguh relawan penanggulangan bencana Indonesia di Taman Hutan Raya KGPA Mangkunegoro I, Karanganyar Solo, Jumat (15/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan biarkan semua kebutuhan pangan diimpor termasuk buah-buahan, beras, gula, garam dan lain-lainnya. Relawan di tempatnya masing-masing membangun ekonomi kewirausahaan yang mengacu pada ekonomi hijau, perekonomian yang ramah lingkungan seperti agrowisata," jelasnya.
Tak hanya itu, para relawan juga diharapkan dapat mengawal demokrasi di negeri ini. Meski tidak berkepentingan politik, Hayono mengajak agar relawan juag ikut terjun ke dalam dunia politik untuk mengawal proses demokrasi di negeri ini.
"Para relawan dapat melakukan hal yang luar biasa dengan mengawasi agar tidak terjadi penyimpangan dari Pancasila. Karena itu para relawan harus membangun solidaritas kebangsaan untuk bersama-sama mengatasi masalah. Walaupun para relawan tidak berkepentingan politik perlu juga membangun basis-basis politik, yang mengutamakan kebangsaan," jelasnya.
(jor/tfn)











































