Saat dikonfirmasi, Nazaruddin langsung membantah pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang ada di surat misterius tersebut. "Itu jelas tipu-tipu," tegas Nazar di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2013) malam.
Nazar mengaku telah menjelaskan secara detail kepada penyidik soal siapa saja pihak yang menerima uang Hambalang. Dia kembali menyebut nama Anas Urbaningrum, Setya Novanto dan Olly Dondokambey sebagai pihak penerima dana Hambalang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, loyalis Anas Urbaningrum yang tergabung dalam Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menggelar jumpa pers di tengah penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah eks Ketum Demokrat itu beberapa waktu yang lalu. Dalam kesempatan itu, anggota
PPI mendapat surat yang diklaim berasal dari internal KPK. Hal tersebut diungkapkan oleh Jubir PPI Ma'mun Murod Alhabsy di rumah Anas di Duren
Sawit, Jaktim, Selasa (12/11) malam. Ma'mun didampingi anggota PPI Sri Mulyono. Selain memprotes penggeledahan KPK yang disebutnya malah menyasar kantor PPI, Ma'mun membacakan secarik surat yang dibawanya.
Surat itu disebutnya berasal dari internal KPK, yang prihatin terhadap bocornya draft sprindik Anas, sebelum lembaga antikorupsi tersebut resmi menetapkan eks anggota KPU tersebut menjadi tersangka kasus Hambalang. Surat yang dibacakan oleh Ma'mun itu juga menuding KPK yang tidak berani mengusut pernyataan M Nazaruddin terkait penerimaan uang oleh SBY dalam kampanye Pilpres 2009.
Namun Ma'mun hanya membacakan surat tersebut, tanpa sekalipun menunjukkan fisik lembar surat itu ke media. Menurut Ma'mun, surat tersebut dikirimkan kepada Anas.
(kha/rna)










































