Publik Nilai Tak Ada Parpol Bersih, Golkar: Bukan Partainya, Tapi Oknum

Publik Nilai Tak Ada Parpol Bersih, Golkar: Bukan Partainya, Tapi Oknum

- detikNews
Jumat, 15 Nov 2013 17:51 WIB
Jakarta - Media Survei Nusantara (Median) merilis survei mayoritas publik menganggap tak ada partai politik yang bersih dari korupsi. Namun politisi Partai Golkar tak setuju dengan pandangan publik ini.

"Bukan partainya, tapi oknumnya. Partai itu benda mati. Golkar benda mati, nggak bisa korupsi, tapi oknumnya yang nggak benar," kata politisi Golkar Nudirman Munir saat dihubungi, Jumat (15/11/2013).

Anggota Komisi III DPR ini menyatakan jika publik sudah tak percaya lagi kepada parpol maka negara ini akan berbahaya. Karena negara disusun berdasarkan parpol-parpol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"RRC saja pakai partai, Partai Komunis Cina. Semua sistem di dunia berdasarkan partai," ujar Nudirman.

Angka golput pada Pemilu 2014 bisa meningkat jika publik selalu berpandangan buruk terhadap partai. Namun Nudirman menjelaskan, masyarakat akan lebih memilih karena faktor figur, bukan partai, pada Pemilu yang akan datang.

"Yang nggak bener, yang korupsi, atau yang diduga korupsi, ya jangan dipilih," ucapnya.

Lalu bagaimana dengan Pilpres 2014? Apakah figur Aburizal Bakrie sudah dinilai bersih dan bebas dari kasus-kasus yang mengganggu pencapresannya?

"Tidak ada gading yang tak retak. Tentu ada kekurangan. Semua capres ada positif dan negatifnya," jawab Nudirman.

Median merilis hasil survei terbarunya mengenai parpol. Hasilnya, sebagian besar responden mengaku tidak mempercayai masih ada parpol yang bersih.

Persepsi ini tergambar dalam survei bertajuk "Persepsi Publik Atas Citra dan Kinerja Partai Politik" yang melibatkan 1.200 responden. Sebanyak 62 persen responden menyebut tidak ada partai yang bersih dari korupsi. 12 Persen responden percaya ada parpol bersih, sisanya 26 persen responden menjawab tidak tahu.

Survei ini diadakan pada tanggal 1-7 November 2013, dengan pemilihan responden dengan systematic randon samping pada buku telepon yang diterbitkan PT Telkom.

Responden berasal dari 10 kota besar yakni DKI Jakarta, Bandung Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Palembang, Balikpapan, Makassar, dan Jayapura.


(dnu/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads