"Kami tidak bilang dalang. Kami melihat spontanitas, pada saat ketuk palu langsung terjadi (kerusuhan)," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan Atmaja di kantornya, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2013).
Tatan mengatakan, penetapan 2 orang tersangka tersebut bukan karena mereka dinilai sebagai dalang. Namun karena keduanya terbukti melakukan tindakan anarkis.
Polisi juga masih memeriksa Cawagub Maluku, Daud Sangadji terkait keterlibatannya dalam kericuhan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada indikasi bahwa Daud menjadi otak kerusuhan itu.
"Dari keterangan belum ada (indikasi Daud menjadi dalang kerusuhan). Dia kooperatif, semalam saya yang ngajak," katanya.
(kff/rmd)











































