30 Januari 2005, Pemilu Pertama Irak Pasca Saddam Hussein

30 Januari 2005, Pemilu Pertama Irak Pasca Saddam Hussein

- detikNews
Minggu, 21 Nov 2004 22:20 WIB
Jakarta - Pemerintah Irak telah menetapkan tanggal 30 Januari 2005 sebagai hari pemilihan umum. Pemilu ini adalah yang pertama di Irak pasca jatuhnya rezim Saddam Hussein.Pengumuman tersebut dikeluarkan oleh komisi independen pemilu Irak di Baghdad. Sebelumnya ada spekulasi mengenai bisa atau tidaknya pemilu ini dilangsungkan di tengah kekerasan yang masih terus berlangsung di Irak.Para pemilih saat ini sedang didata, meski beberapa pusat pendaftaran ditutup karena kekerasan yang terjadi. Disebutkan, lebih dari 100 partai yang telah mendaftar.Juru bicara Komisi Pemilu, Farid Ayar mengatakan, wilayah-wilayah yang masih terlibat konflik, termasuk Falluja dan Ramadi yang tergolong parah, masih bisa berpartisipasi dalam pemilu."Tidak ada provinsi di Irak yang tidak diikutsertakan, karena hukum menyatakan Irak sebagai satu konstituensi. Untuk itu tidak legal jika tidak mengikutkan propinsi manapun," kata Ayar, seperti dikutip Associated Press, Minggu (21/11/2004).Ayar mengatakan, 122 partai politik sudah didaftarkan untuk ikut pemilu dari 195 partai yang memasukkan proposalnya. "Hanya anggota senior dari partai Bath yang dulu dipimpin Saddam Hussein, yang tidak diikutkan dalam Pemilu," demikian farid Ayar. (fab/)


Berita Terkait