Police Watch Desak Andi Mundur

Tabrakan Jagorawi

Police Watch Desak Andi Mundur

- detikNews
Minggu, 21 Nov 2004 18:27 WIB
Jakarta - Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng didesak segera mundur dari posisinya terkait pernyataannya atas tabrakan di tol Jagorawi, yang menewaskan 6 orang.Desakan disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane dalam rilisnya kepada detikcom, Minggu (21/11/2004). “Pernyataan Andi yang dalam waktu singkat sudah langsung menyalahkan sopir bus Garuda pada tabrakan beruntun di Tol Jagorawi telah mencederai asas praduga tak bersalah,” kata Neta S Pane dalam siaran persnya. Jika tak mau mundur, Police Wacth meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengevaluasi Andi. Sikap Andi dikhawatirkan akan merugikan citra SBY. “Jika dibiarkan sikap Andi tersebut hanya membuat rakyat kecil menjadi antipati terhadap keberadaan Presiden SBY, yang saat ini sedang berupaya membangun citranya sebagai “Bapak Perubahan,” katanya. Tabrakan beruntun yang melibatkan 7 kendaraan itu terjadi di Tol Jagorawi, Rabu (17/11) pukul 07.50 WIB. Insiden ini terjadi 10 menit sebelum iring-iringan kendaraan Presiden SBY lewat. Akibat kecelakaan tersebut, 6 orang meninggal dan 10 orang luka. “Beberapa waktu kemudian, tanpa berdialog dengan korban dan tanpa melihat lokasi kejadian serta tanpa melakukan investigasi, Andi Mallarangeng melakukan jumpa pers yang intinya menyalahkan sopir bus Garuda, yang sesungguhnya menjadi korban akibat ketidakprofesionalan aparat Polri,” papar Neta. Mengapa bukan Kapolri yang menetapkan sopir sebagai tersangka yang diminta mundur? Neta menjelaskan, tindakan Kapolri itu karena terinspirasi Andi. “Secara tidak langsung pernyataan Andi itu telah pula menjadi “penekan” sekaligus intervensi dari kekuasaan, hingga kemudian Polri terinspirasi untuk menjadikan ketiga sopir (salah satunya sopir bus Garuda) sebagai tersangka, yang dua di antaranya hingga kini masih ditahan di Polda Metro Jaya,” urainya. Indonesia Police Watch juga berharap Presiden SBY ikut menyelesaikan kasus itu dengan seadil-adilnya. Sebab, bagaimana pun Presiden SBY ikut bertanggungjawab secara moral dalam musibah yang menewaskan 7 orang di Tol Jagorawi tersebut. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads