Adrianus: Teror Keluarga Munir untuk Alihkan Perhatian

Adrianus: Teror Keluarga Munir untuk Alihkan Perhatian

- detikNews
Minggu, 21 Nov 2004 17:43 WIB
Jakarta - Teror yang diterima keluarga almarhum aktivis HAM Munir diduga kuat untuk mengalihkan perhatian atas kematian Munir yang janggal. Teror itu bisa jadi dilakukan pelaku pembunuhan ataupun orang iseng untuk memperoleh keuntungan. Demikian pendapat kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala dalam perbincangan dengan detikcom pertelepon, Minggu (21/11/2004). Hal ini untuk menanggapi teror yang menimpa keluarga Munir, Sabtu (20/11/2004) kemarin. Keluarga Munir dikirimi paket berisi daging ayam busuk yang disertai tulisan "Awas!!!!! Jangan Libatkan TNI dalam Kematian Munir. Mau Menyusul Seperti Ini?!."Sebaiknya kita jangan terlalu fokus pada ancaman-ancaman tersebut karena dalam teror yang dilakukan terdapat yang namanya kontra teror yang mengarah pada deception (penyesatan) yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian," kata Adrianus.Menurut Adrianus ada dua kemungkinan pelaku teror tersebut. Pertama, bisa saja pelakunya adalah kelompok yang membunuh Munir sendiri. "Mereka mengirimkan ancaman-ancaman tersebut untuk memojokkan kelompok tertentu sehingga digunakan sebagai pengalih perhatian," katanya.Kedua, teror bisa jadi dilakukan oleh orang atau kelompok yang mempunyai niat memperoleh keuntungan dengan memojokkan kelompok-kelompok tertentu. "Belum ada pihak yang dikatakan sebagai potential suspect karena melihat kejadian kemarin. ancaman-ancaman yang dikirimkan oleh orang gelap bisa jadi hanya dikirim oleh orang iseng saja. Dalam arti orang-orang pelakunya mempunyai niat untuk keuntungan tertentu dan memojokkan kelompok tertentu," urainya.Tentang TNI di balik aksi itu, Adrianus agak meragukannya. Munir pada saat sebelum dibunuh justru tidak terlalu intens dalam menohok TNI. Kalaupun mau dibunuh, katanya, kenapa tidak dari tahun 1998 saja ketika Munir aktif menohok TNI. Namun peluang TNI sebagai pelaku pembunuhan Munir tetap saja terbuka. Alasannya, Munir tidak dibunuh saat itu sebab sosoknya diperlukan sebagai icon pejuang rakyat sehingga Indonesia dapat dikatakan sebagai negara demokratis.Selain TNI, menurut Adrianus, saat ini Munir justru banyak musuhnya. Hal ini akibat penelitiannya terhadap FPI, MMI, bahkan Pemda DKI."Walau kecil-kecil tetapi membuat musuh Munir semakin banyak, dan ini tidak menutup kemungkinan terjadi pembunuhan terhadap dirinya. Musuhnya yang banyak ini juga yang membuat sulit untuk dilacak," jelas Adrianus. Adrianus lebih jauh menyarankan agar teror itu tak disikapi berlebihan. Menurutnya, lebih baik menunggu hasil penyelidikan polisi. "Sekarang ini lebih baik kita menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Jadi kita tidak perlu terlalu jauh bereaksi," demikian Adrianus. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads