LSM HAM Desak Polisi Ungkap Peneror Keluarga Munir

LSM HAM Desak Polisi Ungkap Peneror Keluarga Munir

- detikNews
Minggu, 21 Nov 2004 15:57 WIB
Jakarta - Imparsial dan Kontras mendesak pemerintah dan polisi mengungkap teror yang menimpa keluarga almarhum Munir. Kedua LSM HAM itu juga meminta aparat membuktikan pesan dalam teror itu bahwa TNI tak terlibat dalam kematian Munir.Demikian jumpa pers bersama Kontras, Imparsial dan istri Munir, Suciwati, yang dibacakan Direktur Operasional Imparsial Rusdi Marpaung, di kantor Imparsial, Jl. Diponegoro, Jakarta, Minggu (21/11/2004). Sikap itu untuk menanggapi teror yang diterima keluarga Munir, Sabtu (20/11/2004) kemarin. Teror berupa sebuah bungkusan berisi bangkai ayam yang sudah membusuk dikirim ke kediaman Munir di Komplek Perumahan Jaka Permai, Jalan Cendana, Bekasi, Jawa Barat. Bingkisan itu juga disertai surat ancaman yang bunyinya "Awas jangan libatkan TNI dalam kematian Munir. Mau Menyusul Seperti Ini (?!) ".Atas teror itu, Imparsial, dan Kontras serta Suciwati mempunyai tiga penilaian. Pertama, peristiwa tersebut merupakan bentuk teror yang ditujukan kepada keluarga almarhum Munir. Tujuan teror itu untuk mengancam dan menghambat agar proses pengusutan kematian Munir yang masih sedang berjalan tidak ditindak lanjuti.Kedua, peristiwa itu merupakan bukti yang memperkuat dan membenarkan dugaan bahwa kematian Munir bukan kematian yang alami atau hanya sebatas tindak kriminal biasa. Kematian itu lebih menjurus pada tindakan pembunuhan yang bermotif politik. Pelakunya orang-orang profesional dan terencana.Ketiga, adanya pesan yang di satu sisi ingin mendiskreditkan institusi TNI, dengan berusaha melibatkan TNI dalam kematian Munir. Namun di sisi lain pesan tersebut sesungguhnya juga ingin menyampaikan dan mengarahkan pemikiran kepada kami bahwa memang TNI terlibat kematian Munir.Berangkat dari hal itu, Imparsial dan Kontras mendesak pemerintah dan aparat kepolisian untuk mencari pelaku teror itu. Pemerintah dan polisi juga harus memberikan proteksi yang penuh kepada keluarga dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelesaian kasus kematian Munir.Selain itu, LSM HAM itu juga mendesak polisi membuktikan isi pesan dalam teror itu. "Apakah memang benar pesan itu berusaha untuk mendiskreditkan TNI. Di satu sisi apakah memang TNI terkait dengan kematian Munir," kata Rusdi. Namun ditegaskan, keluarga dan teman-teman almarhum tidak terpancing untuk berpsekulasi bahwa pelaku adalah TNI. Terakhir, mereka mendesak pemerintah membentuk tim khusus kepresidenan dan aksi projusticia guna mencari pelaku pembumuhan Munir. Tim diminta melibatkan pemerintah, Komnas HAM dan kelompok non pemerintah lainnya. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads