"Sudah hampir sebulan terakhir mandek. Soalnya dari tiga bekho yang ada cuma satu yang beroperasi," ujar salah seorang operator alat berat, Abdurrahman, saat ditemui di lokasi waduk, Kamis (14/11/2013).
Perlu diketahui, proyek pengerukan Waduk Halim dikerjakan oleh PT Asa Jaya Amalia. Di atas waduk dengan luas sekitar 4.000 meter persegi ini ada tiga alat berat. Namun hanya satu yang berfungsi. Itupun kerap ngadat saat sedang dioperasikan di tengah waduk yang dalamnya sekitar 3 meter itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buktinya, alat berat rusak dibiarkan saja. Harusnya kalau yang profesional, ya disiapkan mekaniknya. Sehingga ketika alat berat rusak langsung diperbaiki. Kalau kondisinya begini, operator manapun tak ada yang betah," ujarnya.
Abdurrahman menerangkan, alat berat yang ada selalu rusak setelah 2 jam digunakan. "Alat pengeruknya tidak bisa digerakkan dan mesin ikut mati. Mau nggak mau kerjaan kita berhenti, terus merapat ke darat pakai perahu styeroform," tuturnya.
Senada dengan Abdurahman, Lopes (43), pekerja lainnya, juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya alat-alat bekho banyak yang tidak bisa digunakan karena kerap kali rusak.
"Capek hati kerja begini. Saya pengalaman jadi operator alat berat, baru kali ini mengalami kendala seperti ini, alat berat tak memadai," ungkap Lopes.
(edo/tor)











































