Istri Munir: Bisa Jadi Pelaku Teror Ini Benar TNI
Minggu, 21 Nov 2004 14:23 WIB
Jakarta - Suciwati, istri Munir mengatakan, teror yang menimpanya menunjukkan kematian suaminya merupakan pembunuhan bermotif politik. Ia meminta agar penyidikan tak mengarah teman-teman terdekat Munir sebagai pelaku pembunuhan.Demikian pernyataan Suci saat ditemui detikcom dan wartawan 68 H usai menggelar jumpa pers di kantor Imparsial, Jl. Diponegoro, Jakarta, Minggu (21/11/2004). Awalnya Suci enggan menerima wawancara. Namun setelah merasa tenang, akhirnya istri Munir itu bersedia mengungkapkan isi hatinya.Mbak Suci lebaran pulang ke Batu, Malang? Bagaimana perasaannya?Aduh saya masih pusing. Kalau ingat sedih. Sudah kehilangan suami, Ini malah kematiannya jadi kasus. Tentang teror Mbak bagaimana ceritanya?Setelah kematian almarhum itu ada dua teror. Pertama 2 hari setelah kematian, 9 September 2004. Berupa surat kaleng, isinya selamat atas mateknya Munir. Semoga arwahnya tidak dihajar arwah para pahlwan bangsa yang gugur kena peluru demi membela negara. Munir modar karena muntah-muntah karena kebanyakan makan uang negara atau uang LSM. Munir penjual bangsa atau negara. Kedua, 20 November, kemarin, dikirimi paket bungkusan isinya kepala ayam, ceker, kotoran ayam yang sudah busuk, disertai nada ancaman isinya, Awas !!!!! Jangan Libatkan TNI dalam Kematian Munir, Mau Menyusul Seperti Ini (?!).Pernah ada juga percobaan pembunuhan, peletakan bom di Malang tahun 2001. Tapi sampai sekarang juga tidak diusut.Selama ini tidak pernah saya tanggapi. Penilaian Mbak Suci atas teror itu bagaimana?Adanya teror ini, menunjukkan ini adalah pembunuhan dengan motif politik. Jadi jangan digiring ke pelakunya orang-orang terdekat. Itu sangat tidak masuk akal. Selama ini berita yang beredar ada yang menyatakan ini salah satu persaingan LSM. Pesan di dalam teror itu menyebut jangan libatkan TNI. Mbak curiga ini pelakunya TNI?Saya tak bisa bilang. Ini tugas polisi. Ada dua sisi kemungkinan. Pertama, ada pihak-pihak yang menyudutkan TNI. Kedua, bisa jadi ini pelaku teror ini benar TNI, karena sebelumnya dari Kontras juga pernah berurusan dengan TNI, salah satunya RUU TNI.Tentang penyakit almarhum sendiri bagaimana? Ada teman-teman terdekatnya yang mengungkapkan penyakit yang diderita almarhum. Pendapat Mbak bagaimana?Selama ini banyak teman-teman dekat menyatakan kalau dia sakit ginjal, lever dan sebagainya. Itu tak benar. Selama ini yang saya ketahui dia itu hanya pernah sakit kelemahan hati dirawat St Carolus. Dan itu beda sekali dnegan pernyataan teman-temannya.Saya sangat kecewa dengan teman-teman terdekatnya yang memberi keterangan yang sok tahu. Sebenarnya mereka tak punya kapasitas berbicara tentang kesehatannya. Tapi berbicara pada media. Dan berita itu di blow up oleh semua media. Tapi teman-teman terdekat sudah saya maafkan karena sudah saya tegur. Sebelum ke Belanda, almarhum pernah check up di RS Cikini. Apakah itu akan dipublikasikan untuk proses pengusutan?Sampai saat ini belum ada permintaan polisi. Ya kalau masih dipakai karena waktu itu bulan Juli. Dan pas berangkat itu kan bulan Agustus. Jadi waktunya sudah lama.Ke Belanda kemarin itu, apakah mendapat salinan hasil otopsi?Saya berusaha kuat untuk mendapatkannya. Tapi dari pihak yang memberi otopsi itu menganggap itu milik negara, dokumen negara dan ini kasus kriminal maka yang berhak memperoleh pihak penyelidik.Apa yang ingin Mbak lakukan saat ini? Apakah mbak ingin mungkin suatu hari menerbitkan buku tentang kasus ini?Saya tak pernah berpikir untuk membuat buku tentang kasus ini. Saat ini saya berpikir untuk segera dituntaskannya kasus ini. Harus dalangnya yang dihukum. Selama ini hanya kroco-kroco yang dikorbankan. Sebaiknya buat tim independen untuk mengusut tuntas.Apakah sampai saat ini dari pihak istana pernah menghubungi keluarga?Sampai saat ini belum ada yang menghubungi.
(iy/)











































