"Saya kira nggak bener, kan saya Sekjen tim pemenangan Mega-Prabowo. Kita full, habis-habisan," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, kepada detikcom, Kamis (14/11/2013).
Perolehan suara Mega-Prabowo yang kala itu dikenal dengan istilah Mega-Pro juga cukup meyakinkan. Meskipun akhirnya tumbang karena menghadapi SBY yang masih digdaya.
"Perolehan suara saat itu sangat tinggi, saya kira kalau mau memberi komenter harus pakai data fakta," katanya.
Fadli mengingatkan Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning agar tak asal bicara. Apalagi sampai menyebut Prabowo belagu dan manja.
"Yang saya tahu Ribka yang tidak all out. Saya kira dia nggak ngerti persoalan," protes Fadli.
(van/nrl)











































